Suku Bunga Acuan BI Bayangi IHSG, Tengok Saham Pilihan Ini

Oleh Agustina Melani pada 25 Mei 2021, 06:29 WIB
Diperbarui 25 Mei 2021, 06:29 WIB
FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi konsolidasi dan bergerak terbatas pada perdagangan saham Selasa, (25/5/2021).  Pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) akan pengaruhi IHSG.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Indoensia, Lanjar Nafi menuturkan, berdasarkan konsensus,  Bank Indonesia (BI) akan tetap mempertahankan BI 7-day reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen. 

Ia menilai, hal tersebut cukup wajar karena inflasi yang masih stagnan di bawah dua persen. Inflasi April 2021 tercatat 0,13 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender (Januari-April) 2021 sebesar 0,58 persen dan inlfasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) tercatat 1,42 persen.

Lanjar prediksi, IHSG berpotensi menguat secara teknikal dengan level 5.760-5.835 pada perdagangan saham Selasa, 25 Mei 2021.

"Investor menanti hasil rapat Gubernur Bank Indonesia untuk mendapatkan signal prospek kebijakan moneter dan pandangan ekonomi Indonesia di tengah pertumbuhan inflasi yang stagnan,” ujar dia, Selasa.

Sementara itu, CEO PT Indosurya Bersinas Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, IHSG masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Ia perkirakan, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas di kisaran 5.711-5.860.

"Jelang rilis data ekonomi tingkat suku bunga disinyalir masih belum akan perubahan tentu turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG, fluktuasi nilai tukar rupiah juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG,” kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham Pilihan

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk pilihan saham, William memilih saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Sementara itu, Lanjar memilih saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓