Indofarma Garap 6 Proyek Pengembangan Produk pada 2021

Oleh Agustina Melani pada 20 Mei 2021, 21:30 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 21:30 WIB
Fasilitas laboratorium Farmalab
Perbesar
Peresmian fasilitas laboratorium Farmalab di Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) pada Senin (24/8/2020) (Dokumentasi Indofarma)

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofarma Tbk (INAF) memiliki enam proyek pengembangan produk dan satu proyek pendukung pada 2021. Nilai pembiayaan investasi dan modal kerja untuk memastikan proyek pengembangan produk itu berjalan baik masing-masing Rp 169,86 miliar dan modal kerja Rp 30 miliar.

Untuk mengembangkan kemandirian produk alat kesehatan Indonesia, PT Indofarma Tbk akan membangun pabrik melt blown yang merupakan bahan baku masker dengan nilai pembiayaan investasi Rp 14,86 miliar dan modal kerja Rp 5 miliar.

Selanjutnya pabrik hospital furniture dengan nilai pembiayaan investasi Rp 15 miliar dan modal kerja Rp 5 miliar. Lalu pabrik sarung tangan atau gloves dengan nilai pembiayaan investasi Rp 20 miliar dan pabrik Catheter dengan nilai pembiayaan investaso Rp 50 miliar dan modal kerja Rp 10 miliar.

Untuk pengembangan central processing facility, nilai pembiayaan investasi yang digunakan Rp 30 miliar dan modal kerja Rp 10 miliar. Nilai pembiayaan investasi untuk supporting function sebesar Rp 10 miliar.

"Pada akhir 2021, semua fasilitas produksi dan pendukung yang baru tersebut ditargetkan sudah selesai dan siap beroperasi pada awal 2022,” dikutip dari keterangan tertulis PT Indofarma Tbk , Kamis (20/5/2021).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kinerja Kuartal I 2021

Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel

Sebelumnya, pada kuartal-I 2021, Perseroan mencatat penjualan Rp 373,20 miliar atau naik 142 persen dibandingkan periode sama 2020 sebesar Rp 148,16 miliar.

Peningkatan penjualan tersebut terutama ditopang dari penjualan segmen ethical sebesar Rp 191,87 miliar dan alat kesehatan sebesar Rp 175,49 miliar.

Peningkatan penjualan itu berkontribusi positif pada pencapaian laba bersih Rp 1,8 miliar setelah alami rugi bersih Rp 21,43 miliar pada periode sama 2020.

Liabilitas perseroan meningkat 8,29 persen dari semula Rp 1,28 triliun menjadi Rp 1,38 triliun pada kuartal I-2021. Aset perseroan meningkat 6,32 persen dari semulai Rp 1,71 triliun menjadi Rp 1,82 triliun pada kuartal I-2021.

Dengan ada penerapan kebijakan akuntansi PSAJ 71 pada 2020, perseroan mencadangkan penurunan nilai piutang sebesar Rp 74, 88 miliar. Hal itu merupakan bagian dari aspek kepatuhan terhadap regulasi PSAK 71 dan tindakan prudent perseroan.

Perseroan meningkatkan kinerja penjualan pada kuartal I-2021 dengan strategi penjualan obat etchial dan alat kesehatan terkait COVID-19.

Selain itu, perseroan tetap memastikan terpenuhinya aspek kepatuhant erhadap PSAK 71 dengan konsisten sehingga diharapkan berdampak pada kinerja perseroan yang tumbuh secara berkesinambungan.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya