PP Presisi Kantongi Kontrak Kerja Rp 200 Miliar di Nikel Weda Bay

Oleh Dian Tami Kosasih pada 20 Mei 2021, 15:19 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 15:19 WIB
PP presisi melepas saham ke publik sebanyak 2,35 miliar saham.(Liputan6.com/Achmad Dwi Apriyadi)
Perbesar
PP presisi melepas saham ke publik sebanyak 2,35 miliar saham.(Liputan6.com/Achmad Dwi Apriyadi)

Liputan6.com, Jakarta - Mulai ekspansi ke sektor jasa pertambangan, PT PP Presisi Tbk (PPRE) dipercaya membangun infrastruktur tambang di area pertambangan nikel Weda Bay.

Berlokasi di Halmahera, ini merupakan salah satu tambang nikel terbesar di Indonesia dan perluasan dari pembangunan jalan hauling yang sedang dilakukan.

“Keikutsertaan kami di dalam proyek tersebut, merupakan salah satu andil kami dalam turut mendukung pengembangan salah satu industri hilirisasi nikel terbesar di Indonesia”, ujar Rully Noviandar, Direktur Utama PT PP Presisi Tbk dilansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (20/5/2021)

Dengan ada perluasan scope of work, total kontrak yang didapatkan PP Presisis dari proyek pembangunan ini meningkat lebih dari Rp200 miliar. Angka tersebut akan berkontribusi pada total perolehan kontrak baru hingga akhir April.

"Total perolehan kontrak baru menjadi sebesar Rp933 miliar, atau mencapai 25 persen dari total target kontrak baru sebesar Rp3,7 triliun," kata Rully.

Apabila proyek pembangunan infrastruktur tambang nikel telah selesai, perseroan berharap dapat mengerjakan mining services, seperti yang dilakukan pada pertambangan nikel, di Morowali, Sulawesi Tengah.

"Perluasan kontrak tersebut merupakan bentuk kepercayaan kepada kami, kepercayaan akan time delivery dan quality delivery serta value added yang kami berikan kepada setiap konsumen kami," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sumber Recurring

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Perseroan juga menegaskan, kapasitas dan kapabilitas yang dimilik saat melakukan pembangunan infrastruktur pertambangan merupakan ekuitas yang dimiliki. Hal ini sulit dijumpai pada perusahaan mining services lainnya.

"Ini menjadikan kami sebagai truly integrated mining services company, yang tidak hanya mampu memberikan jasa pertambangan pit to port, tetapi juga mampu memberikan jasa pembangunan infrastruktur tambang”, kata Darwis Hamzah, Direktur Operasi PT PP Presisi Tbk.

Sebagai truly integrated mining services company, perseroan optimis menjadikan mining services sebagai sumber recurring income yang berkontribusi sebesar 20 hingga 30 persen.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya