BEI Gembok Perdagangan Tiga Saham, Ada Multipolar

Oleh Agustina Melani pada 20 Mei 2021, 09:07 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 09:08 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham tiga emiten mulai sesi I perdagangan, Kamis (20/5/2021). Tiga emiten itu antara lain PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan Lionmesh Prima Tbk (LMSH).

BEI suspensi tiga saham tersebut untuk cooling down seiring peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di pasar regular dan tunai.

Hal ini untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PT Multipolar Tbk dan PT Lionmesh Prima Tbk. Sedangkan suspensi terhadap saham SAMF dilakukan di pasar regular dan tunai hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” demikian mengutip keterbukaan BEI yang diteken Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham LMSH, MLPL, dan SAMF

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mengutip data RTI, saham LMSH naik 24,89 persen ke posisi Rp 1.455 per saham pada perdagangan saham Rabu, 19 Mei 2021. Saham LMSH berada di posisi tertinggi 1.455 dan terendah 1.215 per saham.

Total frekuensi perdagangan saham 1.259 kali dengan nilai transaksi Rp 1,9 miliar. Dalam tiga hari perdagangan pada 17-19 Mei 2021, saham LMSH sudah menguat 94 persen.

Sedangkan sepanjang tahun berjalan 2021, saham LMSH melambung 246,43 persen. Nilai transaksi Rp 6,1 miliar dengan total frekuensi perdagangan saham 5.491 kali.

Sementara itu, saham MLPL naik 4,62 persen ke posisi Rp 362 per saham pada 19 Mei 2021. Saham MLPL bergerak di kisaran Rp 340-Rp412 per saham. Total frekuensi perdagangan 72.675 kali dengan nilai transaksi Rp 446,9 miliar. Pada 17-19 Mei 2021, saham MLPL melambung 60,18 persen ke posisi Rp 228 per saham.

Saham MLPL sepanjang tahun berjalan 2021 sudah meroket 409,86 persen ke posisi Rp 362 per saham. Saham MLPL berada di posisi terendah Rp 57 dan tertinggi Rp 412 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,3 triliun dan frekuensi 675.870 kali.

Di sisi lain, saham SAMF naik 14,46 persen ke posisi Rp 1.900 pada perdagangan 19 Mei 2021. Saham SAMF bergerak di kisaran Rp 1.700-Rp 2.030 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 26.840 kali dengan nilai transaksi Rp 108,2 miliar. Total volume perdagangan saham 56.703.800 saham.

Sepanjang tahun berjalan 2021, saham SAMF meroket 377,39 persen ke posisi Rp 1.900 per saham. Saham SAMF berada di kisaran Rp 388-Rp 2.030 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 135.420 kali dengan nilai transaksi Rp 494,6 miliar.

Dalam tiga hari, saham SAMF naik 42,86 persen ke posisi Rp 1.900 pada 17-19 Mei 2021. Nilai transaksi harian saham Rp 160,9 miliar dan total frekuensi perdagangan 42.076 kali.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya