BEI Gembok Perdagangan Saham Sritex Gara-Gara Tunda Bayar MTN

Oleh Agustina Melani pada 18 Mei 2021, 11:34 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 11:35 WIB
Awal 2019 IHSG
Perbesar
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan efek PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau disebut Sritex mulai perdagangan sesi pertama Selasa, (18/5/2021).

Mengutip keterbukaan informasi, BEI memutuskan suspensi efek SRIL dengan mempertimbangkan surat elektronik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Nomor: KSEI-3657/DIR/0521 pada 17 Mei 2021 terkait penundaan pembayaran pokok dan bunga MTN Sritex tahap III tahun 2018 ke-6 (USD-SRIL01X3MF).

Suspensi efek SRIL ini dilakukan untuk menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Oleh karena itu, BEI memutuskan suspensi efek (saham) SRIL di seluruh pasar terhitung sesi pertama pada 18 Mei 2021 hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

"Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," demikian mengutip keterbukaan informasi BEI, yang diteken Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Goklas Tambunan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy.

Mengutip laman KSEI, MTN Sritex Tahap III Tahun 20218 jatuh tempo pada 18 Mei 2021. MTN ini memiliki tingkat bunga 5,8 persen. Mengutip berbagai sumber, MTN tersebut berdenominasi dolar AS dengan jumlah pokok USD 25 juta. Perseroan telah menunjuk PT Bank Mega Tbk sebagai agen pemantau, sedangkan pelaksanaan penerbitan MTN digarap PT Bahana TCW Invesment Management.

 

2 dari 3 halaman

Gerak Saham SRIL

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 17 Mei 2021, saham SRIL melemah 3,95 persen ke posisi Rp 146 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.018 kali dengan nilai transaksi Rp 9,8 miliar. Volume perdagangan tercatat 65.711.100 saham.

Sepanjang tahun berjalan 2021, saham SRIL melemah 44,27 persen ke posisi Rp 146 per saham. Saham SRIL berada di posisi tertinggi Rp 286 dan terendah Rp 140. Nilai transaksi Rp 1,5 triliun. Total frekuensi perdagangan saham 340.668 kali.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓