IHSG Masih Galau, Investor Asing Buru Saham ANTM hingga JPFA

Oleh Agustina Melani pada 18 Mei 2021, 09:27 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 12:53 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuaktif pada perdagangan saham Selasa (18/5/2021). Investor asing melakukan aksi jual di pasar regular.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG dibuka naik tipis 0,04 persen ke posisi 5.836,08. Pada pembukaan sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,21 persen ke posisi 5.845. Pukul 09.11 WIB, IHSG melemah 0,06 persen ke posisi 5.830. Indeks saham LQ45 naik tipis 0,05 persen ke posisi 869.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di kisaran 5.823,47-5.850,79. Sebanyak 212 saham melemah sehingga menekan IHSG. 139 saham menguat dan 174 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 144.951 kali dengan volume perdagangan 1,6 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 1 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 7,3 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.276.

Sebagian besar sektor saham tertekan, sektor saham IDXTechno turun 0,88 persen, dan catat penurunan terbesar. Diikuti sektor saham IDXHealth melemah 0,52 persen, sektor  saham IDXFinance tergelincir 0,37 persen.

Sementara itu, sektor saham IDXBasic naik 1,23 persen, dan catat penguatan terbesar. Diikuti sektor saham IDXEnergy menguat 0,56 persen dan sektor saham IDXNoncylical mendaki 0,30 persen.

2 dari 4 halaman

Top Gainers dan Losers

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saham-saham yang catat top gainers antara lain:

-Saham RANC naik 24,53 persen

-Saham MYTX naik 24,14 persen

-Saham LMSH naik 19,25 persen

-Saham OMRE naik 18,89 persen

-Saham ALYS naik 14,29 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham SOHO turun 7 persen

-Saham MBTO turun 6,98 persen

-Saham MLPT turun 6,98 persen

-Saham VRNA turun 6,94 persen

-Saham KONI turun 6,85 persen

3 dari 4 halaman

Aksi Investor Asing

20161125- Sesi Siang IHSG Naik 5 Persen-JAkarta-Angga Yuniar
Perbesar
Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 3,795 miliar saham senilai Rp 1,982 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 111 saham melemah dan 89 saham stagnan, Jakarta, Jumat (25/11). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham ANTM senilai Rp 30,8 miliar

-Saham UNTR senilai Rp 12,4 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 9,5 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 4,5 miliar

-Saham JPFA senilai Rp 2,9 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham ASII senilai Rp 20,9 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 11,1 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 7,9 miliar

-Saham PGAS senilai Rp 7,3 miliar

-Saham INCO senilai Rp 4,1 miliar

 

Bursa saham Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,24 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menanjak 1,16 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 2,12 persen.

Indeks saham Shanghai menguat 0,02 persen, indeks saham Singapura naik 1,4 persen dan indeks saham Taiwan bertambah 3,7 persen.

Mengutip laporan Ashmore Asset Management Indonesia, bursa saham Amerika Serikat atau wall street ditutup melemah pada perdagangan saham Senin, 17 Mei 2021. Hal ini seiring investor terus melakukan rotasi dari saham pertumbuhan yang mahak ke sektor siklikal dengan mempertimbangkan kekhawatiran inflasi.

Indeks saham Nasdaq 100 turun 0,6 persen selama empat minggu berturut-turut, penurunan terpanjang sejak Agustus 2019. Harapan percepatan inflasi dan pembukaan kembali perdagangan telah mendorong para pelaku pasar untuk membuang saham-saham teknologi dengan valuasi tinggi.

Secara historis, saham teknologi mengikuti pasar yang lebih luas dalam periode dengan indeks harga konsumen lebih tinggi.

Investor akan melihat ke depan untuk risalah pertemuan the Federal Reserve pada Rabu, 19 Mei 2021 untuk mengetahui langkah selanjutnya terkait inflasi dan kebijakan selanjutnya. Pelaku pasar sekarang ragu-ragu untuk mengambil lebih banyak risiko karena khawatir lonjakan inflasi jangka pendek sehingga dapat memaksa the Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari yang diharapkan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓