Intip Saham ASII hingga TLKM Usai Gojek-Tokopedia Umumkan Merger Jadi GoTo

Oleh Agustina Melani pada 17 Mei 2021, 15:08 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 22:11 WIB
Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.
Perbesar
Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Gojek dan Tokopedia mengumumkan merger dan membentuk grup GoTo pada Senin, (17/5/2021). Lalu bagaimana gerak saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengingat dua perseroan tersebut tanam investasi di Gojek?

Dengan merger Gojek-Tokopedia membentuk grup teknologi terbesar di Indonesia. Selain itu, pembentukan grup GoTo ini menjadi kolaborasi usaha terbesar di Indonesia termasuk antara dua perusahaan internet dan layanan media di Asia hingga kini.

GoTo juga menyatukan kekuatan dua perusahaan teknologi terdepan di Indonesia yang menciptakan ekosistem unik dan saling melengkapi secara global. Dengan mengombinasikan layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi serta keuangan, group GoTo akan menciptakan platform konsumen digital terbesar di Indonesia.

Grup ini melayani sebagian besar kebutuhan konsumsi rumah tangga. Jaringan mitra usaha serta mitra driver di dalam grup GoTo yang saling melengkapi akan menghadirkan pilihan barang dan jasa yang tak tertandingi didukung oleh layanan pembayaran digital dan keuangan. Hal ini akan semakin mempermudah kehidupan masyarakat sekaligus meningkatkan inklusi keuangan secara signifikan.

Kesepakatan ini juga didukung oleh jajaran investor utama kedua perusahaan termasuk Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPaL, Provident, Sequoia Capita, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

Bicara soal investor yang menanamkan investasi di Gojek atau PT Aplikasi Karya Bangsa yaitu PT Astra International Tbk (ASII) dan anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yaitu Telkomsel, bagaimana gerak saham ASII dan TLKM dengan ada sentimen merger Gojek dan Tokopedia?

Mengutip data RTI, pada Senin, 17 Mei 2021 saham TLKM naik tipis 0,31 persen ke posisi Rp 3.190. Saham TLKM dibuka naik tipis ke posisi Rp 3.190. Saham TLKM berada di kisaran Rp 3.150-Rp 3.190. Total frekuensi perdagangan saham 20.953 kali dengan volume perdagangan 1.316.076. Nilai transaksi harian saham TLKM senilai Rp 417,3 miliar.

Saham PT Astra International Tbk (ASII) melemah 0,96 persen ke posisi Rp 5.175 per saham. Saham ASII dibuka naik 75 poin ke posisi Rp 5.300 per saham. Saham ASII berada di posisi Rp 5.125-Rp 5.325 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 9.480 kali dengan volume perdagangan 572.823. Nilai transaksi harian saham ASII Rp 297,9 miliar.

Update

Sebelumnya mengutip berbagai sumber, grup Astra investasi di Gojek mulai 30 Oktober 2018. Pada saat itu, Astra tanam investasi USD 150 juta. Kemudian berlanjut pada tahap pertama pendanaan seri F dengan nilai USD 100 juta pada 2019.

Sementara itu, Telkomsel anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk menanamkan investasi pada 17 November 2020 dengan tipe corporate round senilai USD 150 juta. Kemudian menambahkan investasi kepada Gojek sekitar USD 300 juta pada Mei 2021.

 

2 dari 3 halaman

Goldman dan Citi Bantu Merger Tokopedia-Gojek

Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.
Perbesar
Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, resmi mengumumkan merger antara Gojek dan Tokopedia, penggabungan usaha ini memiliki nama GoTo Group. Terdapat sejumlah perusahaan besar yang turut terlibat untuk membantu proses merger tersebut.

Melalui siaran resminya, Andre Soelistyo dari Gojek akan memimpin GoTo sebagai CEO Group, dengan Patrick Cao dari Tokopedia sebagai Presiden GoTo. Sedangkan, Kevin Aluwi akan tetap menjabat sebagai CEO Gojek dan William Tanuwijaya akan tetap menjadi CEO Tokopedia.

"Hadirnya Grup GoTo juga akan memungkinkan kami untuk semakin mendorong inklusi keuangan di Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Andre Soelistyo, CEO GoTo, Senin, 17 Mei 2021.

Selain tanggung jawab di tingkat grup, Andre juga akan terus memimpin bisnis pembayaran dan layanan keuangan yang dinamakan GoTo Financial. GoTo Financial mencakup layanan GoPay serta layanan keuangan dan solusi bisnis mitra usaha.

Tak hanya itu, grup GoTo memiliki daftar investor blue-chip termasuk Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

Tak hanya itu, GoTo juga menggandeng Goldman Sachs yang bertindak sebagai penasihat keuangan Gojek. Davis Polk & Wardwell LLP dan Assegaf Hamzah & Partners bertindak sebagai penasihat hukum Gojek.

Terdapat pula Citi yang bertindak sebagai penasihat keuangan Tokopedia. Allen & Overy LLP bertindak sebagai penasihat hukum Tokopedia.

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓