Simak Rekomendasi Teknikal Saham LSIP hingga DOID

Oleh Agustina Melani pada 17 Mei 2021, 07:31 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 07:31 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin (17/5/2021).  Meski demikian, pelaku pasar diminta untuk waspadai level support  yang berada di 5.883.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, selama IHSG masih mampu berada di atas level 5.883, IHSG diperkirakan berpeluang menguat untuk menguji kembali area 6.000-6.030. Namun, bila IHSG terkoreksi secara agresif dan menembus level support itu, IHSG akan menuju ke 5.750-5.840.

"IHSG berada di level support 5.880-5.735 dan resistance 6.115-6.230," ujar dia dalam catatannya.

Herditya memilih sejumlah saham untuk dicermati pelaku pasar. Saham itu antara lain PT PP London Sumatera Tbk (LSIP), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Berikut rekomendasi teknikalnya:

1.PT PP London Sumatera Tbk (LSIP)-Buy on weakness (1.385)

Saham LSIP ditutup terkoreksi 1,1 persen ke level 1.385 pada perdagangan 11 Mei 2021.

"Kami perkirakan, posisi LSIP saat ini sedang berada di wave (iv) dari wave [c] dari wave B. Hal ini berarti, koreksi LSIP akan relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali,” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.360-1.385

Target Price: 1.450, 1.500

Stoploss: below 1.340

2 dari 3 halaman

Saham Bank Mandiri hingga Tower Bersama Infrastructure

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Buy on weakness (5.900)

Pada perdagangan 11 Mei 2021, saham BMRI ditutup terkoreksi 1,3 persen ke level 5,900.

"Posisi saham BMRI saat ini diperkirakan sudah berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (A), sehingga koreksi BMRI sudah terbatas dan berpeluang untuk berbalik menguat membentuk wave (B),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 5.700-5.900

Target Price: 6.200, 6.850

Stoploss: below 5.400

3. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) - Buy on weakness (376)

Saham DOID ditutup menguat 2,7 persen ke level 376 pada perdagangan Selasa, 11 Mei 2021.

"Selama DOID masih sanggup berada di atas level support 342, maka kami perkirakan pergerakan DOID saat ini sedang membentuk wave [iii] dari wave 5,” kata dia.

Buy on Weakness: 366-376

Target Price: 390, 420

Stoploss: below 342

4. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) - Sell on Strength (2.620)

Saham TBIG ditutup menguat 1,2 persen ke level 2.620 pada perdagangan pekan lalu, 11 Mei 2021.

"Selama TBIG belum mampu menembus resistance-nya di 2.850, maka posisi TBIG saat ini kami perkirakan sedang membentuk wave [b], sehingga penguatannya akan relatif terbatas dan masih rentan koreksi kembali," ujar Herditya.

Koreksi TBIG akan terkonfirmasi bila TBIG terkoreksi ke bawah 2.490, dan diperkirakan rentang koreksi akan berada di level 2.350-2.400.

Sell on Strength: 2.650-2.750

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓