Saham Xiaomi Menguat Usai AS Bakal Hapus dari Daftar Hitam

Oleh Agustina Melani pada 13 Mei 2021, 07:31 WIB
Diperbarui 13 Mei 2021, 07:31 WIB
Logo Xiaomi
Perbesar
Logo Xiaomi (Foto: Agustin Setyo Wardani / Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) akan hapus Xiaomi Corp dari daftar hitam pemerintah, hal itu berdasarkan pengajuan pengadilan.

Dengan demikian langkah tersebut menandai pembalikan penting oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, dari salah satu pukulan terakhir mantan Presiden AS Donald Trump di Beijing.

Pengajuan tersebut mengatakan, kedua pihak akan setuju menyelesaikan proses pengadilan mereka yang sedang berlangsung tanpa perselisihan lebih lanjut, mengakhiri perselisihan singkat dan kontroversial antara perusahaan perangkat keras dan AS yang semakin perburuk hubungan China-AS.

Seorang juru bicara Xiaomi menuturkan, perusahaan sedang mencermati perkembangan terbaru dengan cermat tanpa merinci lebih lanjut. Demikian dilansir dari Channel News Asia, ditulis Kamis, (13/5/2021).

Saham Xiaomi naik lebih dari enam persen di bursa saham Hong Kong karena berita tentang keputusan itu menyebar. Saham Xiaomi Corp naik 6,1 persen ke posisi 26,10 dolar Hong Kong.

Harga saham Xiaomi telah jatuh sekitar 20 persen sejak ditempatkan dalam daftar hitam pemerintah pada Januari di hari-hari terakhir pemerintahan Trump.

Pejabat Departemen Pertahanan AS tidak dapat dihubungi untuk diminta komentar. Sebelumnya Departemen Pertahanan telah menetapkan perusahaan itu memiliki hubungan dengan militer China dan menempatkannya pada daftar yang akan membatasi investasi AS di perusahaan tersebut.

Tujuh perusahaan China lainnya juga ditempatkan di bawah pembatasan serupa. Xiaomi mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS. Perseroan menyebut hal itu melanggar hukum dan tidak konstitusional dan menyangkal hubungan apa pun dengan militer China.

2 dari 3 halaman

Pemerintahan Biden Bakal Melunak?

Pada Maret, hakim federal memblokir sementara penegakan daftar hitam seiring proses pemerinta AS yang “sangat cacat” karena memasukkannya dalam larangan.

Seiring hal itu, Reuters melaporkan perusahaan China lainnya yang masuk daftar hitam sedang mempertimbangkan tuntutan hukum serupa.

Xiaomi termasuk di antara perusahaan teknologi China yang lebih terkenal karena menjadi target mantan Presiden AS Donald Trump. Pemerintahan mantan Presiden AS Trump menduga Xiaomi memiliki hubungan dengan militer China.

Trump telah menjadikan upaya melawan kebangkitan Beijing sebagai inti dari kebijakan ekonomi dan luar negeri pemerintahannya.

Saingan Xiaomi, Huawei Technologies juga dimasukkan dalam daftar hitam ekspor pada 2019 dan dilarang mengakses teknologi penting asal AS. Hal itu mempengaruhi kemampuannya untuk merancang chip dan komponen sumbernya sendiri dari vendor luar.

Tindakan tersebut melumpuhkan divisi ponsel pintar perusahaan. Belakangan Departemen Pertahanan AS memberlakukan pembatasan serupa pada perusahaan internasional manufaktur semikonduktor China. Perusahaan ini kunci kuat bagi dorongan China untuk meningkatkan sektor chip buatan lokal.

Profesor University of Hong Kong Doug Fuller menuturkan, kemenangan Xiaomi adalah buah bagi pemerintahan Biden untuk memperbaiki ekses kebijakan Trump di China saat masa jabatannya berakhir.

"Saya pikir itu pertanda bahwa Biden akan sedikit lebih lunak," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓