Simak Jadwal Pembagian Dividen 2020 Baramulti Suksessarana

Oleh Agustina Melani pada 12 Mei 2021, 17:03 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 17:03 WIB
Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) akan membagikan dividen final tunai untuk tahun buku 2020 sebesar USD 40 juta. Dividen itu akan dibagikan untuk 2.616.500.000 lembar saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

PT Baramulti Suksessarana Tbk akan membagikan dividen tunai dengan mata uang dolar AS atau rupiah berdasarkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada 31 Maret 2021 yaitu kurs rupiah 14.572 per dolar AS.

Nilai dividen itu USD0,0152875979 atau ekuivalen Rp 222,770877 per lembar saham. Keputusan pembagian dividen itu sudah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 7 Mei 2021.

Jadwal pembagian dividen itu antara lain:

-Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen)

Pasar reguler dan negosiasi: 20 Mei 2021

Pasar tunai: 24 Mei 2021

-Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen):

-Pasar reguler dan negosiasi: 21 Mei 2021

-Pasar tunai: 25 Mei 2021

Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date): 24 Mei 2021

Tanggal pembayaran dividen tunai tahun buku 2020: 3 Juni 2021

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), emiten tambang batu bara menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2020 sebesar USD 40 juta atau sekitar Rp 582,88 miliar.

Direktur Utama Baramulti Suksessarana Widada memaparkan, dividen akan dibagikan untuk 2.616.500.000 lembar saham dengan konversi yang merujuk kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia per 31 Maret 2021, yakni Rp 14.572 per USD.

"Dengan demikian, dividen per lembar sahamnya adalah USD 0,0152 atau setara dengan USD 222,77 per lembar saham,” kata dia dalam paparan publik usai RUPST, Jumat, 7 Mei 2021.

Dividen tunai akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 24 Mei 2021. Dividen tunai akan dibayarkan selambat-lambatnya 30 hari kalender setelah diumumkannya ringkasan risalah rapat.

 

2 dari 3 halaman

Target 2021

Ekspor Batu Bara Indonesia Menurun
Perbesar
Aktivitas pekerja saat mengolah batu bara di Pelabuham KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis 33,24 persen atau mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Sebelumnya, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menargetkan produksi batu bara pada 2021 naik hingga 15 juta ton, atau sekitar 40 persen secara tahunan. Pada 2020, penjualan batu bara BSSR dan entitas anak tercatat sebesar 10,58 juta ton. Angka ini turun secara tahunan dibandingkan produksi pada 2019 sebesar 11,86 juta ton.

"Target produksi kita kira-kira 40 persen lebih tinggi dari 2020. Jadi BSSR tahun ini antara 14-15 juta target kita tahun ini,” ujar Direktur Utama Baramulti Suksessarana Widada dalam paparan publik, Jumat, 7 Mei 2021.

Dengan besaran itu, perseroan optimistis dapat membukukan kenaikan laba. Namun sebagai catatan, kenaikan laba akan terjadi jika harga batu bara bertahan pada tren naik.

"Tahun ini kita berencana untuk menaikkan produksi hampir 40 persen. Apabila harga batu bara seperti sekarang, InsyaAllah kita akan membukukan angka net profit 2021 lebih besar dari 2020,” kata dia.

Sepanjang kuartal pertama 2021, perseroan mencatatkan realisasi produksi batu bara sebesar 2,8 juta ton. Widada mengatakan, angka ini naik sekitar 5 persen dibandingkan realisasi pada kuartal I-2020 sebesar 2,6 juta ton.

Selain itu, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD 28 juta pada 2021. Belanja modal tersebut setara Rp 399,32 miliar Rp kurs (Rp 14.261 per USD). Widada mengatakan, belanja modal tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produksi.

"Capex tahun ini kita budget nya cukup banyak karena memang berencana untuk menaikkan produksi. Kita tahun ini merencanakan pengeluaran capex sebesar USD 28 juta,” ujar dia.

Widada menambahkan, sumber pendanaan dari capex tersebut berasal dari kas internal dan dari perbankan. Adapun target produksi perseroan pada 2021 sebesar 40 persen. Dengan besaran itu, perseroan optimistis dapat membukukan kenaikan laba, dengan catatan harga batubara bertahan pada tren naik.

"Tahun ini kita berencana untuk menaikkan produksi hampir 40 persen. Apabila harga batu bara seperti sekarang, InsyaAllah kita akan membukukan angka net profit 2021 lebih besar dari 2020,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓