Investor Khawatir Kenaikan Inflasi, Bursa Saham Asia Beragam

Oleh Agustina Melani pada 12 Mei 2021, 09:03 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 09:03 WIB
Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Singapura Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan saham Rabu pagi, (12/5/2021), seiring investor khawatir kenaikan inflasi.

Di Jepang, indeks saham Nikkei 225 naik 0,46 persen pada awal perdagangan saham. Sementara itu, indeks Topix cenderung mendatar.

Indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,09 persen. Indeks saham Australia ASX 200 merosot 0,17 persen seiring saham bank alami tekanan.

"Saham melemah didorong saham teknologi yang dimulai pada Senin kemudian meluas ke wilayah Asia Pasifik, dan Eropa dengan penurunan besar," ujar Senior Foreign Exchange Strategist the National Australia Bank, Rodrigo Catril dilansir dari CNBC, Rabu (12/5/2021).

Ia menuurkan, kekhawatiran inflasi dengan latar belakang harga komoditas yang lebih tinggi diidentifikasi sebagai alasan aksi jual saham teknologi pada Senin waktu setempat.

"Dengan melihat rilis data selama 24 jam terakhir, orang dapat berargumen memiliki satu lagi bukti baru kalau inflasi sedang meningkat,” ujar dia.

China merilis data pada Selasa yang menunjukkan harga pabrik naik pada tingkat tercepat dalam 3,5 tahun pada April. Sementara harga konsumen naik dengan kecepatan lebih sederhana. Hal itu memicu kekhawatiran seputar kenaikan inflasi yang cepat sehingga memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga dan menerapkan langkah pengetatan lainnya.

2 dari 3 halaman

Indeks Dolar AS

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Di Wall Street, aksi jual terjadi pada Rabu, 11 Mei 2021 waktu setempat. Indeks Dow Jones alami hari terburuk sejak Februari. Indeks dolar AS cenderung mendatar di kisaran 90,197.

Sementara itu, Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 108,75 per dolar AS. Harga minyak diperdagangkan lebih tinggi di Asia. Harga minyak berjangka AS naik 0,51 persen menjadi USD 65,61 per barel. Harga minyak Brent bertambah 0,45 persen ke USD 68,86.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓