Analis Prediksi Harga Saham Tesla Bakal Tembus USD 1.000

Oleh Dian Tami Kosasih pada 11 Mei 2021, 21:44 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 22:17 WIB
Tesla
Perbesar
Logo Tesla

Liputan6.com, Jakarta - Analis Wedbush Dan Ives menegaskan bila saham Tesla diyakini akan melonjak ke angka USD 1.000 atau sekitar Rp 14.197.662 (asumsi kurs Rp 14.197 per dolar AS) pada 2021 karena permintaan mobil listrik di pasar otomotif China masih tetap kuat.

Meski demikian, kekurangan chip semikonduktor secara global bisa menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi Tesla saat ini.

Seperti dilansir Teslarati, Selasa (11/5/2021), Ives saat ini menjadikan Tesla sebagai perusahaan dengan kinerja terbaik, karena itu target USD 1.000 bukanlah hal yang mustahil.

Emiten berkode TSLA ditutup di angka USD 629,04 pada Senin, atau turun 6,44 persen dibandingkan dengan penutupan pasar terakhir. Saham TSLA terendah yang dicapai tahun ini berada di harga USD 563 pada Maret, dan tertinggi mencapai USD 880,02 di Januari.

Terlepas dari target harga optimistis untuk Tesla, Ives mendaftarkan tiga rintangan yang mungkin dihadapi perusahaan mobil listrik untuk mencapai harga USD 1.000 per saham.

Pertama, Tesla masih harus menghadapi kekurangan chip global yang telah mempengaruhi banyak produsen mobil dan perusahaan teknologi. Elon Musk secara terbuka membahas kemunduran yang dialami Tesla saat mengurangi produksi Plaid Model S dan Model X karena kekurangan chip global.

 

2 dari 3 halaman

Persaingan di Pasar Kendaraan Listrik

Tesla Model 3
Perbesar
Tesla Model 3, mobil listrik ketiga Tesla siap dikirim ke konsumen. (Carscoops)

Halangan kedua yang Ives percaya ialah, Tesla perlu mengatasi persepsinya di China. Meskipun dia yakin permintaan Tesla di negara Asia tetap kuat, Ives masih mewaspadai pukulan balik politik di China terkait dengan masalah keamanan.

"Garis utama halangan saat ini bukanlah kekurangan chip jangka pendek menurut pendapat kami (yang bersifat sementara), melainkan kemampuan Tesla untuk lebih jauh menembus China," kata Ives.

Halangan terakhir ialah meningkatnya persaingan di pasar kendaraan listrik baterai secara global. Market Insider menunjukkan Lucid Motors, Ford, dan Volkswagen akan memamerkan kendaraan listrik andalan mereka.

"Sekarang ini tentang Musk yang bermain bagus. Selama beberapa minggu terakhir seputar masalah keamanan dan memastikan bahwa Tesla tidak melihat adanya hambatan atau tindakan keras pemerintah di China, yang siap mewakili 40 persen ditambah pengiriman global pada tahun 2022," ujar Ives.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓