Bursa Saham Asia Tergelincir Mengekor Wall Street

Oleh Dian Tami Kosasih pada 11 Mei 2021, 08:51 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 09:26 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Selasa pagi (11/5/2021) seiring aksi jual saham teknologi sehingga bebani bursa saham Amerika Serikat atau wall street.

Indeks saham Jepang Nikkei 225 merosot pada awal perdagangan saham. Indeks saham Nikkei 225 turun 2,2 persen, sedangkan indeks saham Topix susut 1,7 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 1,4 persen.

Di Australia, indeks saham ASX 200 susut 0,8 persen jelang pengumuman data anggaran. Bursa saham AS melemah seiring investor jual saham teknologi termasuk Microsoft dan Apple. Indeks saham Nasdaq tergelincir 2,5 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Selasa (11/5/2021).

Selain itu, investor saham juga mencermati data inflasi China. Analis perkirakan harga konsumen naik 1 persen pada April 2021. China juga akan mengeluarkan hasil sensus populasi dalam satu dekade.

Malaysia dan Filipina dijadwalkan rilis produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I 2021. Analis dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan ekonomi Malaysia menyusut dua persen pada kuartal I 2021 dibandingkan tahun lalu dan ekonomi Filipina berkontraksi tiga persen pada periode yang sama.

2 dari 3 halaman

Indeks Dolar AS

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Indeks dolar AS sedikit menguat menjadi 90,283 terhadap mata uang lainnya di perdagangan Asia. Yen Jepang ditransaksikan 108, 94 per dolar AS.

Harga minyak berjangka AS turun 0,71 persen ke posisi USD 64,46 per barel. Harga minyak Brent susut 0,75 persen menjadi USD 67,81 per barel.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓