Data Pekerjaan AS Mengecewakan, Bursa Saham Asia Menguat

Oleh Dian Tami Kosasih pada 10 Mei 2021, 08:49 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 08:49 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Senin, (10/5/2021) seiring data rilis pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang belum sesuai harapan.

Indeks saham Nikkei naik 0,85 persen. Sementara itu, indeks saham Topix menguat 0,89 persen. Di Korea Selatan, indeks saham Kospi mendaki 0,51 persen dan indeks saham Australia ASX 200 menguat 0,67 persen pada awal perdagangan.

Data pekerjaan Amerika Serikat pada April 2021 lebih lemah dari yang diharapkan. Laporan menunjukkan jumlah pekerja di AS bertambah 266.000 pada April dan tingkat pengangguran naik menjadi 6,1 persen.

Namun, wall street bereaksi lebih lembut dengan data tersebut. Namun, indeks saham Dow Jones naik 2,7 persen pada pekan lalu. Indeks saham S&P 500 menguat 1,2 persen. Indeks saham Nasdaq tergelincir 1,5 persen.

"Data gaji non sektor pertanian yang belum sesuai harapan menjadi berita buruk merupakan berita baik untuk bursa saham AS pada Jumat 2021. Tambahan pekerja 266 ribu merupakan hal normal, tetapi mengejutkan pasar karena mengharapkan empat kali lebih besar,” tulis Analis ANZ dalam catatannya, Senin, 10 Mei 2021.

Investor akan mencermati rilis data dari Australia termasuk penjualan ritel untuk Maret dan kuartal pertama.

2 dari 3 halaman

Indeks Dolar AS

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sementara itu, indeks dolar AS turun 0,07 persen menjadi 90,174. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 108,69 per dolar AS. Harga minyak Amerika Serikat berjangka naik 1,12 persen menjadi USD 65,63 per barel. Harga minyak Brent mendaki 1,16 persen menjadi USD 69,07 per barel.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓