Saratoga Investama Sedaya Bakal Stock Split, Simak Jadwalnya

Oleh Agustina Melani pada 09 Mei 2021, 09:01 WIB
Diperbarui 09 Mei 2021, 10:21 WIB
IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan menggelar pemecahan nilai nominal saham atau stock split dari Rp 100 menjadi Rp 20 per lembar saham.

Keputusan stock split tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 28 April 2021.

Berikut jadwal pelaksanaan stock split tersebut, seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (9/5/2021):

-Akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi: 17 Mei 2021

-Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi: 18 Mei 2021

-Akhir penyelesaian transaksi saham dengan nilai nominal lama di pasar bursa dan pasar negosiasi: 19 Mei 2021

-Tanggal penentuan daftar pemegang saham (DPS) dan rekening efek yang berhak atas saham hasil stock split (recording date): 19 Mei 2021

-Periode peniadaan perdagangan di pasar tunai (suspensi) selama dua hari: 18-19 Mei 2021

-Tanggal distribusi saham dengan nilai nominal baru: 20 Mei 2021

-Awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai: 20 Mei 2021

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham SRTG

Pembukaan-Saham
Perbesar
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 9 Mei 2021, saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) turun 0,44 persen ke posisi Rp 5.600 per saham.

Saham SRTG dibuka turun 75 poin ke posisi Rp 5.550 per saham. Saham SRTG berada di posisi Rp 5.500-Rp 5.600 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.062 kali dengan nilai transaksi Rp 8,5 miliar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓