Kasus COVID-19 di India Melonjak, Ekspor Batu Bara Baramulti Masih Sesuai Jadwal

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 07 Mei 2021, 21:26 WIB
Diperbarui 08 Mei 2021, 06:38 WIB
Ekspor Batu Bara Indonesia Menurun
Perbesar
Aktivitas pekerja menggunakan alat berat saat menurunkan muatan batu bara di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Angka kasus COVID-19 di India kian melonjak. Tercatat, penambahan kasus harian COVID-19 mencapai 400 ribu pada Kamis, 6 Mei 2021 sehingga menambah total kasus menjadi 21 juta pasien.

Kendati begitu, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) mengaku keadaan tersebut tak banyak berpengaruh pada ekspor perseron ke India. Ia mengatakan, ekspor batu bara ke Negeri Bolywood itu tetap berjalan lancar.

"Kita tahu bahwa di India sekarang covid-19 lagi tinggi-tingginya. Tapi sampai saat ini penjualan kita ke India masih dijalankan, masih tidak terganggu. Jadi shipment kita yang sudah committed ke India alhamdulillah masih sesuai jadwal,” ujar Direktur Utama Baramulti Suksessarana Widada dalam paparan publik, Jumat (7/5/2021).

Sepanjang 2020, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) dan entitas anak mencatatkan volume penjualan batu bara 10,733 juta ton pada 2020. Besaran ini menyusut dibandingkan volume penjualan batu bara di 2019 sebesar 12,03 juta ton.

Direktur BSSR, Dido Anasrul memaparkan, penjualan tahun lalu masih didominasi oleh domestik sebesar 38,24 persen. “Di tahun 2020, selain domestik tujuan terbesar kita adalah ekspor ke India, China dan Korea Selatan dan negara lainnya,” kata Dido dalam kesempatan yang sama.

Rinciannya, China sebesar 23,82 persen, India 21,40 persen, Korea Selatan 3,51 persen, dan negara lainnya (Vietnam, Filipina, Jepang dan Taiwan) sebesar 13,03 persen.

 

2 dari 3 halaman

Target Produksi Batu Bara

Ekspor Batu Bara Indonesia Menurun
Perbesar
Aktivitas pekerja saat mengolah batu bara di Pelabuham KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis 33,24 persen atau mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Sebelumnya, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menargetkan produksi batu bara pada 2021 naik hingga 15 juta ton, atau sekitar 40 persen secara tahunan.

Pada 2020, penjualan batu bara BSSR dan entitas anak tercatat sebesar 10,58 juta ton. Angka ini mengalami penurunan secara tahunan dibandingkan produksi di 2019 sebesar 11,86 juta ton.

"Target produksi kita kira-kira 40 persen lebih tinggi dari 2020. Jadi BSSR tahun ini antara 14-15 juta target kita tahun ini,” ujar Direktur Utama Baramulti Suksessarana Widada dalam paparan publik, Jumat (7/5/2021).

Dengan besaran itu, perseroan optimistis dapat membukukan kenaikan laba. Namun sebagai catatan, kenaikan laba akan terjadi jika harga batu bara bertahan pada tren naik.

"Tahun ini kita berencana untuk menaikkan produksi hampir 40 persen. Apabila harga batubara seperti sekarang, inshaallah kita akan membukukan angka net profit 2021 lebih besar dari 2020,” kata dia.

Sepanjang kuartal pertama 2021, perseroan mencatatkan realisasi produksi batu bara sebesar 2,8 juta ton. Widada mengatakan, angka ini naik sekitar 5 persen dibandingkan realisasi pada kuartal I-2020 sebesar 2,6 juta ton.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓