Baramulti Suksessarana Bidik Produksi Batu Bara Tumbuh 40 Persen pada 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 07 Mei 2021, 19:59 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 20:00 WIB
Ekspor Batu Bara Indonesia Menurun
Perbesar
Kapal tongkang bermuatan batu bara melintasi kapal nelayam saat hendak bersandar ke Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis 33,24 persen atau mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merde

Liputan6.com, Jakarta - PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) menargetkan produksi batu bara pada 2021 naik hingga 15 juta ton, atau sekitar 40 persen secara tahunan. Pada 2020, penjualan batu bara BSSR dan entitas anak tercatat sebesar 10,58 juta ton. Angka ini turun secara tahunan dibandingkan produksi pada 2019 sebesar 11,86 juta ton.

"Target produksi kita kira-kira 40 persen lebih tinggi dari 2020. Jadi BSSR tahun ini antara 14-15 juta target kita tahun ini,” ujar Direktur Utama Baramulti Suksessarana Widada dalam paparan publik, Jumat (7/5/2021).

Dengan besaran itu, perseroan optimistis dapat membukukan kenaikan laba. Namun sebagai catatan, kenaikan laba akan terjadi jika harga batu bara bertahan pada tren naik.

"Tahun ini kita berencana untuk menaikkan produksi hampir 40 persen. Apabila harga batu bara seperti sekarang, InsyaAllah kita akan membukukan angka net profit 2021 lebih besar dari 2020,” kata dia.

Sepanjang kuartal pertama 2021, perseroan mencatatkan realisasi produksi batu bara sebesar 2,8 juta ton. Widada mengatakan, angka ini naik sekitar 5 persen dibandingkan realisasi pada kuartal I-2020 sebesar 2,6 juta ton.

 

2 dari 3 halaman

Belanja Modal pada 2021

Ilustrasi Mata Uang Rupiah
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Rupiah. Kredit: Mohamad Trilaksono (EmAji) via Pixabay

Selain itu, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD 28 juta pada 2021. Belanja modal tersebut setara Rp 399,32 miliar Rp kurs (Rp 14.261 per USD). Widada mengatakan, belanja modal tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produksi.

"Capex tahun ini kita budget nya cukup banyak karena memang berencana untuk menaikkan produksi. Kita tahun ini merencanakan pengeluaran capex sebesar USD 28 juta,” ujar dia.

Widada menambahkan, sumber pendanaan dari capex tersebut berasal dari kas internal dan dari perbankan. Adapun target produksi perseroan pada 2021 sebesar 40 persen. Dengan besaran itu, perseroan optimistis dapat membukukan kenaikan laba, dengan catatan harga batubara bertahan pada tren naik.

"Tahun ini kita berencana untuk menaikkan produksi hampir 40 persen. Apabila harga batu bara seperti sekarang, InsyaAllah kita akan membukukan angka net profit 2021 lebih besar dari 2020,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓