Produksi Batu Bara Baramulti Naik 5 Persen pada Kuartal I 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 07 Mei 2021, 19:12 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 19:12 WIB
Ekspor Batu Bara Indonesia Menurun
Perbesar
Aktivitas pekerja menggunakan alat berat saat menurunkan muatan batu bara di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), emiten tambang batu bara mencatat realisasi produksi batu bara 2,8 juta ton pada kuartal I 2021.

Direktur Utama Baramulti Suksessarana Widada menuturkan, realisasi produksi batu bara itu naik sekitar lima persen dibandingkan realisasi pada kuartal I-2020 sebesar 2,6 juta ton.

Dari sisi Average Selling Price (ASP) atau harga rata-rata batu bara pada kuartal I-2021, tercatat sebesar USD 30,71 per ton.

"Average selling price kita USD 30,71 per ton karena pada kuartal-I kita masih melanjutkan kontrak penjualan yang lama. Jadi average kita masih di bawah indeks,” ujar Widada, Jumat, (7/5/2021).

Sementara untuk realisasi Domestic Market Obligation (DMO) batu bara di 2020 tercatat sebesar 36 persen. Kemudian di kuartal I-2021 tercatat di 36,71 persen. "Jadi kita konsisten di sekitar 35-36 persen untuk realisasi DMO," ujar dia.

Realisasi Belanja Modal

Ekspor Batu Bara Indonesia Menurun
Perbesar
Aktivitas pekerja saat mengolah batu bara di Pelabuham KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis 33,24 persen atau mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Selain itu, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar USD 28 juta pada 2021. Belanja modal tersebut setara Rp 399,32 miliar Rp kurs (Rp 14.261 per USD). Widada mengatakan, belanja modal tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produksi.

"Capex tahun ini kita budget nya cukup banyak karena memang berencana untuk menaikkan produksi. Kita tahun ini merencanakan pengeluaran capex sebesar USD 28 juta,” ujar dia.

Widada menambahkan, sumber pendanaan dari capex tersebut berasal dari kas internal dan dari perbankan. Adapun target produksi perseroan pada 2021 sebesar 40 persen. Dengan besaran itu, perseroan optimistis dapat membukukan kenaikan laba, dengan catatan harga batubara bertahan pada tren naik.

"Tahun ini kita berencana untuk menaikkan produksi hampir 40 persen. Apabila harga batubara seperti sekarang, inshaallah kita akan membukukan angka net profit 2021 lebih besar dari 2020,” kata dia.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓