Perbaikan Ekonomi Bakal Topang IHSG Meski Terbatas

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 06 Mei 2021, 14:47 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 20:23 WIB
Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 terkontraksi minus 0,74 persen secara year on year (yoy). Namun secara kuartalan, angka ini lebih baik dibandingkan kuartal IV-2020 yang tercatat minus 2,19 persen.

Sehubungan dengan itu, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimistis terhadap prospek kondisi makroekonomi baik dari global dan dalam negeri. Namun, potensi turunnya nilai transaksi saham di dalam negeri akan membuat pergerakan pasar saham cenderung terbatas sepanjang Mei.

Senior Information Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memiliki rentang pergerakan 5.883-6.115.

"Angka prediksi itu didasari oleh prediksi secara teknikal yaitu batas support 5.883/5.735 serta resistant 6.115/6.281," ujar Martha dalam konferensi pers Media Day Mirae Asset Sekuritas, Kamis (6/5/2021).

Nilai transaksi saham yang diprediksi turun itu terutama karena libur Lebaran/Idul Fitri serta masih menunggunya pelaku pasar (wait & see) terhadap publikasi laporan keuangan emiten di bursa.

Sebagai gambaran, rerata nilai transaksi April berada pada Rp 9,42 triliun dan sudah turun menjadi Rp 9,14 triliun sejak awal bulan ini. Angka itu turun dari rata-rata Januari-Maret Rp 15,69 triliun per hari.

 

2 dari 4 halaman

Makro Ekonomi Jadi Katalis

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dia mengatakan faktor makroekonomi yang dapat positif itu terutama kondisi domestik. Sementara, data historis dari angka pertumbuhan ekonomi, data manufaktur dari manufacturing PMI yang menunjukkan perbaikan, masih menjadi penunjang prospek ekonomi.

Martha menambahkan, faktor makroekonomi yang membaik itu menjadi satu dari tiga katalis pendorong pergerakan IHSG sepanjang Mei.

Dua katalis positif lainnya adalah potensi kenaikan harga komoditas dan sudah berjalannya vaksinasi Covid-19 di dalam negeri. Di sisi lain, faktor kasus baru Covid-19 domestik setelah libur panjang Lebaran berpotensi menjadi katalis negatif. 

"Namun, jika angka COVID-19 masih stabil dan tidak mengalami kenaikan berarti karena pembatasan mudik yang berhasil oleh pemerintah, maka faktor itu dapat beralih menjadi faktor positif bagi pergerakan pasar saham,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Sektor Saham Pilihan

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk sektor pilihan bulan ini, Martha dan Tim Investment Information Mirae Asset Sekuritas memilih sektor barang konsumsi primer, yaitu PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).

Kemudian sektor properti antara lain, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Sektor bahan baku ada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS). Serta beberapa pilihan lain seperti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), dan PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓