Sektor Keuangan Topang Indeks Australia, Sejumlah Bursa Saham Utama di Asia Libur

Oleh Dian Tami Kosasih pada 05 Mei 2021, 09:14 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 09:14 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Australia sedikit berubah pada perdagangan saham Rabu pagi, (5/5/2021) di tengah sebagian besar bursa saham Asia Pasifik libur.

Indeks saham Australia ASX naik ke 7.072 dengan indeks sektor saham keuangan menguat 0,38 persen. Sektor saham energi dan bahan baku masing-masing naik 1,13 persen dan 0,19 persen. Hal itu didukung kenaikan saham tambang dan minyak.

Pergerakan di bursa saham Asia juga mengikuti wall street yang beragam seiring aksi jual saham teknologi menekan indeks saham S&P 500.

"Ekuitas diperdagangkan secara defensif di tengah penurunan saham teknologi dan komentar dari Yellen kalau the Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk cegah ekonomi dari overheating,” tulis analis ANZ dalam catatannya, dilansir dari CNBC, Rabu (5/5/2021).

Selain itu, ada beberapa kekhawatiran perbaikan terbaik dalam pendapatan AS setelah survey manufaktur ISM April lebih lemah. "Kenyataannya adalah data tidak dapat terus meningkat seperti pada Maret dan April, tetapi pertumbuhan yang mendasarinya berkembang pesat,”

Di bursa saham Asia, pasar saham China dan Jepang masih libur. Demikian juga di Korea Selatan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Komentar Yellen soal Suku Bunga

Janet Yellen, pemimpin departemen keuangan AS yang ditunjuk oleh presiden terpilih Joe Biden.
Perbesar
Janet Yellen, pemimpin departemen keuangan AS yang ditunjuk oleh presiden terpilih Joe Biden. (Twitter/ @NewYorkFed)

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan, suku bunga mungkin harus naik untuk membatasi pertumbuhan ekonomi AS yang berkembang seiring stimulus pemerintah yang mencapai triliunan dolar AS.

Ia menuturkan, pihaknya menghormati independensi bank sentral Amerika Serikat dan tidak mencoba mempengaruhi pengambilan keputusan di sana.

The Federal Reserve telah mempertahankan suku bunga jangka pendek mendekati nol selama lebih dari setahun, meski ekonomi tumbuh pada laju tercepat dalam hampir 40 tahun.

Di pasar mata uang, indeks dolar AS diperdagangkan di kisaran 91,28 naik dari level sebelumnya 90,60. “Dolar AS sempat melonjak lebih tinggi karena komentar Yellen,” ujar Ekonom Commonwealth Bank of Australia, Kim Mundu.

Ia menuturkan, komentar Yellen tidak menentukan jangka waktu kenaikan suku bunga dan klarifikasi komentarnya dengan tidak merekomendasikan kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS.

“Kami masih berharap FOMC akan sangat sabar karena data ekonomi membaik,” kata Mundy.

Adapun Yen jepang diperdagangkan di kisaran 109,35 per dolar AS dari penutupan sebelumnya. Harga minyak menguat dalam jam perdagangan di Asia. Harga minyak mentah berjangka AS naik 0,87 persen menjadi USD 66,26 per barel. Sementara harga minyak Brent naik 0,84 persen menjadi USD 69,46. Harga minyak naik karena optimisme permintaan lebih kuat di tengah pelonggaran pembatasan di Eropa dan Amerika Serikat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓