Saham Facebook hingga Pertumbuhan Ekonomi AS Angkat Wall Street

Oleh Agustina Melani pada 30 Apr 2021, 05:53 WIB
Diperbarui 30 Apr 2021, 05:53 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street cenderung menguat pada perdagangan saham Kamis, 29 April 2021. Bahkan indeks saham S&P 500 cetak rekor setelah rilis kinerja keuangan perusahaan teknologi raksasa seperti Apple dan Facebook.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham Dow Jones naik 239,98 poin atau 0,7 persen ke posisi 34.060,36. Indeks saham S&P 500 ditutup ke posisi 4.211,37. Indeks saham Nasdaq ditutup ke posisi 14.082,55.

Apple melaporkan penjualan melonjak 54 persen dengan setiap produk mengalami pertumbuhan dua digit. Apple juga akan meningkatkan dividen sebesar 7 persen dan mengesahkan pembelian kembali saham atau buyback sebesar USD 90 miliar. Namun, saham Apple cenderung mendatar.

"Tren pasar tetap positif. Kami melihat lingkungan lebih buruk karena ketegangan akan terus berlanjut antara pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan prospek pendapatan versus potensi pajak lebih tinggi, kenaikan suku bunga saat ekonomi normal," ujar Chief Market Strategis Truist, Keith Lerner, dilansir dari CNBC, Jumat, (30/4/2021).

Pada Kamis pekan ini menandai hari ke-100 Presiden AS Joe Biden menjabat. Pada Rabu malam, ia menyampaikan pidato pertamanya pada sesi gabungan Kongres.

Ia mendorong agendanya seperti rencana membangun infrastruktur senilai USD 2 triliun, program untuk keluarga, anak-anak dan siswa senilai USD 1,8 triliun.

2 dari 4 halaman

Saham Facebook Naik 7,3 Persen

Ilustrasi Facebook
Perbesar
Facebook (JUSTIN SULLIVAN / AFP)

Di sisi lain, laporan keuangan perusahaan semakin ramai pada Kamis, 29 April 2021. McDonald’s mempublikasikan kinerja sebelum bel pembukaan perdagangan dan melaporkan penjualannya bisa mencapai tingkat sebelum pandemi COVID-19.Perusahaan juga menaikkan prospeknya untuk pertumbuhan penjualan dan saham naik 1,2 persen.

Caterpillar yang melaporkan kinerja justru alami penurunan saham dua persen. Saham Merck melemah 4,4 persen seiring hasil kinerja keuangan yang mengecewakan.

Amazon mengeluarkan hasil kuartal pertama tak lama setelah penutupan pasar. Raksasa e-commerce ini mencatat pendapatan dan laba melampaui harapan analis.

Gilead Sciences, Twitter, US Steel dan Western Digital juga akan mengunggah hasil setelah bel. Pendapatan Facebook melonjak 48 persen sehingga mendorong sahamnya naik 7,3 persen dan mencapai rekor.

Saham Qualcomm bertambah 4,4 persen setelah melaporkan lonjakan pendapatan sebesar 52 persen. Pada Kamis pekan ini juga keluar data ekonomi mengenai kemajuan pemulihan ekonomi.

3 dari 4 halaman

AS Catat Pertumbuhan Ekonomi 6,4 Persen

Ribuan Bendera AS Sambut Pelantikan Joe Biden
Perbesar
Capitol AS terlihat di antara bendera-bendera yang ditempatkan di National Mall menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden di Washington, Senin (18/1/2021). Acara pengambilan sumpah Joe Biden akan berada dalam situasi berbeda dari pelantikan-pelantikan sebelumnya. (AP Photo/Alex Brandon)

Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal I 2021 mencapai 6,4 persen. Ini sebuah tanda ekonomi AS dimulai dengan percepatan aktivitas komersial.

Di luar lonjakan kuartal ketiga yang dipicu pembukaan kembali ekonomi, itu adalah periode terbaik untuk PDB sejak kuartal III 2003.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran pada awal pekan lalu mencapai 553.000. Angka ini di atas perkiraan yang dikeluarkan oleh Dow Jones sebanyak 528.000.

Pada Rabu, 28 April 2021, bank sentral AS atau the Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga mendekati nol. Indeks saham S&P 500 tergelincir dari level tertingginya setelah ketua the Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ada beberapa tanda kurang baik di pasar.

“Suku bunga tetap tidak berubah untuk saat ini, dan meski pun data ekonomi membaik, pembicaraan taper tetap di luar pertemuan the Federal Reserve,” ujar Portfolio Manager Janus Henderson.

Ia menambahkan, tingkat vaksinasi COVID-19 yang semakin cepat, lapangan kerja menguat, dan kebijakan fiskal yang ekspansi menambah dukungan lebih lanjut untuk pendapatan rumah tangga dan bisnis. “Investor sekarang mencari tanda-tanda apakah jaring pengaman bank sentral dapat ditarik lebih cepat dari yang diharapkan,” ujar dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓