Suku Bunga The Fed Tetap Rendah, Bagaimana Dampaknya ke IHSG?

Oleh Agustina Melani pada 29 Apr 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 29 Apr 2021, 09:00 WIB
IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol. Lalu bagaimana dampaknya ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, (29/4/2021)?

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, keputusan the Fed sudah sesuai dengan harapan pasar. Hal ini karena the Fed sudah mengambil ancang-ancang era suku bunga rendah hingga 2023.

"Kami rasa sudah tidak ada kejutan karena sudah diekspektasikan demikian oleh market dan para pengamat,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Dengan ada sentimen the Federal Reserve tersebut, Herditya memperkirakan, IHSG masih bergerak konsolidasi dengan rentang 5.950-6.000.

Herditya menambahkan,  pelaku pasar mencermati perkembangan COVID-19 yang menyebabkan kembali lockdown di beberapa negara. Hal ini menurut dia akan menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

2 dari 3 halaman

Wall Street Tergelincir Setelah The Fed Pertahankan Suku Bunga

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi pialang Michael Gallucci saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Sebelumnya, Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan saham Rabu, 28 April 2021. Hal ini setelah bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mengumumkan mempertahankan suku bunga.

The Federal Reserve (the Fed) juga mengisyaratkan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar meski ekonomi menguat dan inflasi meningkat.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham S&P 500 melemah 0,08 persen menjadi 4.183,18 meski sentuh rekor intraday di awal sesi perdagangan. Indeks saham Dow Jones merosot 164 poin ke posisi 33.820,38.

Hal ini terseret penurunan 7,2 persen saham Amgen karena pendapatan yang mengecewakan. Indeks saham Nasdaq turun 0,28 persen menjadi 14.051,03.

Di sisi lain, the Federal Reserve mempertahankan suku bunga mendekati nol. Bank sentral AS juga meningkatkan penilaiannya terhadap ekonomi dan mengakui inflasi sedang meningkat.

"Di tengah kemajuan vaksinasi COVID-19 dan dukungan kebijakan yang kuat, indikator aktivitas ekonomi dan pekerjaan telah menguat,” dikutip dari pernyataan the Fed, dilansir dari CNBC, Kamis, 29 April 2021.

Bank sentral AS menambahkan, dengan inflasi yang terus berjalan di bawah tujuan jangka panjang, komite akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2 persen sehingga rata-rata inflasi dua persen.

Selain itu, the Fed berharap inflasi jangka panjang tetap bertahan dengan baik di dua persen. “Komite mengharapkan untuk mempertahankan sikap akomodatif dari kebijakan moneter sampai hasil tersebut tercapai,” komite menambahkan.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓