Multipolar Jual 11,9 Persen Saham Matahari Putra Prima kepada Tiga Investor

Oleh Agustina Melani pada 27 Apr 2021, 08:44 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 13:07 WIB
IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Multipolar Tbk (MLPL) menyatakan telah menjual 11,9 persen saham atau setara 896.327.200 lembar saham kepemilikan di PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) kepada tiga investor.

Tiga investor yang genggam saham Matahari Putra Prima itu antara lain Panbridge Invesment Ltd sebesar 250.971.600 atau setara 3,33 persen saham, PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 358.530.900 atau setara 4,76 persen dan Threadmore Capital Ltd sebesar 286.824.700 saham atau 3,81 persen.

Hal itu disampaikan manajemen PT Multipolar Tbk dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 26 April 2021 seiring permintaan penjelasan terkait pelepasan saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Penjelasan tersebut juga menjawab mengenai pertanyaan soal pengalihan saham MPPA kepada Watiga Trust Ltd sebesar 7,14 persen.

"Perseroan tidak memiliki informasi mengenai Watiga, baik itu domisili, susunan manajemen dan pemegang saham serta kegiatan usahanya," demikian mengutip keterbukaan informasi BEI yang diteken, Direktur PT Multipolar Tbk Agus Arismunandar pada Senin, 26 April 2021.

Ia menambahkan, sesuai informasi tersebut, saham perseroan di MPPA sebesar 4,76 persen telah dijual dalam transaksi ini.

PT Multipolar Tbk mengumumkan menjual 11,9 persen saham kepemilikan di MPPA pada 6 April 2021. PT Multipolar Tbk menjual 896.327.200 saham dengan harga Rp 404 per saham pada 6 April 2021.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Agus menuturkan, pelepasan saham MPPA ini dilatarbelakangi oleh niat perseroan sebagai pemegang saham terbesar di MPPA untuk memperkuat struktur keuangan MPPA.

"Transaksi ini bertujuan untuk mendapatkan dana investor untuk kemudian akan diinvestasikan kembali ke dalam MPPA,” ujar dia.

Berdasarkan data RTI per 31 Maret 2021 pemegang saham MPPA antara lain PT Multipolar Tbk sebesar 50 persen, Citibank Singapore A/C Anderson Invesments Pte Ltd sebesar 19 persen, Connery Asia Limited sebesar 14 persen, masyarakat 17 persen.

Selain itu, beredar kabar Gojek Indonesia atau PT Aplikasi Karya Anak Bangsa membeli saham MPPA.  Saat dikonfirmasi mengenai hal itu kepada Sekretaris Perusahaan PT Matahari Putra Prima Tbk Danny Kojongian, pihaknya belum dapat memberikan tanggapan mengenai kabar tersebut.

“Maaf belum bisa memberikan tanggapan kecuali apa yang sudah disampaikan ke IDX selama ini,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Watiga Trust Ltd Sempat Genggam 7,14 Persen Saham MPPA

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Di sisi lain, salah satu yang menjadi perhatian adalah pengumuman MPPA di keterbukaan informasi BEI pada 13 April 2021  dengan kepemilikan saham baru di atas 5 persen yaitu Watiga Trust Ltd. Watiga Trust yang beralamat di 3, Jalan Pisang, Singapura ini memborong saham MPPA sebanyak 537.796.300 saham atau 7,14 persen.

Hal itu berdasarkan laporan registrasi kepemilikan saham di atas 5 persen perseroan yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek PT Sharestar Indonesia pada 9 April 2021.

"Tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten dan perusahaan publilk,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI, yang diteken Sekretaris Perusahaan PT Matahari Putra Prima Tbk, Danny Konjongian.

Pada keterbukaan informasi BEI 26 April 2021, manajemen MPPA menyatakan perseroan tidak memiliki informasi terkait profil Watiga.

Terkait pembeli sisa saham sebesar 4,76 persen yang dijual oleh Multipolar, manajemen MPPA menyatakan belum mendapatkan informasi terkait transaksi ini dari pihak-pihak yang terlibat di transaksi penjualan saham tersebut.

"Namun, berdasarkan laporan pemegang saham yang telah kami pelajari, ada pemegang saham baru sebesar 4,76 persen yang dimiliki oleh PT Pradipa Darpa Bangsa,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI pada 26 April 2021.

Pemegang saham per 13 April 2021, setelah pelaksanaan transaksi dari Multipolar tersebut, terdiri dari:

-PT Multipolar Tbk sebesar 2.885.620.351 saham atau 38,33 persen

-Anderson Investments Pte Ltd sebesar 1.402.947.000 saham atau 18,63 persen

-Connery Asia Ltd sebesar 1.073.347.802 saham atau 14,26 persen

-Walatiga Trust Ltd sebesar 537.796.300 saham atau 7,14 persen

-Pemegang saham publik lainnya 1.629.436.467 saham atau 21,64 persen.

Namun, berdasarkan laporan daftar pemegang saham terakhir yang diperoleh Perseroan terdapat perubahan komposisi pemegang saham lanjutan, Watiga Trust Ltd tidak terdapat dalam daftar pemegang saham >5 persen sehingga komposisi daftar pemegang saham perseroan antara lain:

-PT Multipolar Tbk sebesar 2.885.620.351 saham atau 38,33 persen

-Anderson Investments Pte Ltd sebesar 1.402.947.000 saham atau 18,63 persen

-Connery Asia Ltd sebesar 1.073.347.802 saham atau 14,26 persen

-Pemegang saham public lainnya 2.167.232.767 saham atau 28,78 persen.

Perseroan juga berharap dengan masuknya Watiga dan calon investor lainnya basis investor berskala besar dalam perseroan akan semakin beragam sehingga independensi dan transparansi Good Corporate Governance (GCG) Perseroan dapat semakin ditingkatkan ke depan.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya