BNI Genjot Kinerja Digitalisasi Perbankan

Oleh Dian Tami Kosasih pada 26 Apr 2021, 18:50 WIB
Diperbarui 26 Apr 2021, 21:15 WIB
FOTO: Pengembangan Sistem Digital Perbankan di Tahun 2021
Perbesar
Nasabah beraktivitas di salah satu kantor cabang digital Bank BNI di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai transaksi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 diprediksi mampu mencapai USD 124 miliar. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Investasi dalam hal teknologi dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil mendorong kinerja digitalisasi perbankan.

Direktur IT dan Operasi BNI, YB Hariantono mengatakan, pandemi COVID-19 telah mengakselerasi perubahan perilaku masyarakat untuk mengalihkan transaksi dari cabang dan channel konvensional seperti ATM kepada layanan digital.

"Perseroan menyikapi hal ini dengan melakukan percepatan transformasi layanan digital yang berfokus pada tiga layanan champion," ujar dia secara virtual, Senin (26/4/2021).

Pertama, peningkatan kapabilitas mobile banking secara berkelanjutan (pada segmen konsumer). Kedua, terus meningkatkan Platform Transactional Banking yang kuat yaitu melalui produk BNI Direct dan solusi cash management terintegrasi (segmen korporasi).

Ketiga, memperluas layanan digital BNI melalui kerja sama dengan fintech, e-commerce, serta ekosistem bisnis lainnya melalui Application Programming Interface/ API Digital Service BNI.

Tak hanya itu, BNI Mobile Banking disiapkan sebagai fasilitas layanan perbankan untuk nasabah ritel. Hingga kuartalĀ I 2021, jumlah penggunanya mencapai 8,56 juta atau tumbuh 58,4 persen dibandingkan kuartal I 2020 yang sebesar 5,41 juta nasabah.

2 dari 3 halaman

Nilai Transaksi Mobile Banking Catat Pertumbuhan

FOTO: Pengembangan Sistem Digital Perbankan di Tahun 2021
Perbesar
Nasabah beraktivitas di salah satu kantor cabang digital Bank BNI di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai transaksi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2020 mencapai USD 44 miliar. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Untuk nilai transaksi dengan layanan mobile banking juga mengalami pertumbuhan 33,2 persen menjadi Rp 138 triliun pada Maret 2021 dibandingkan Maret 2020 sebesar Rp 103 triliun.

Tak hanya itu. jumlah transaksi yang dilakukan melalui BNI Mobile Banking juga meningkat menjadi 95 juta pada kuartal I Tahun 2021 atau meningkat 50,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tingginya animo pengguna BNI Mobile Banking disebabkan oleh fitur baru, seperti biometric login, pembukaan rekening secara digital dengan fitur pengenalan wajah atau face recognition, peminjaman dana, pengelolaan tagihan kartu kredit, pengembangan e-wallet hingga pengembangan QR payment.

Platform digital transactional banking atau BNI Direct juga menawarkan solusi terintegrasi untuk layanan Payment Management, Collection Management, Liquidity Management, Value Chain Management, hingga Open Banking Solution.

Hingga Maret 2021, jumlah nasabah cash management BNI lebih dari 72 ribu, meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan volume transaksi mencapai Rp 968 triliun. Angka tersebut meningkat 22,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Nasabah korporasi dan UMKM juga mencapai 83,6 persen dari total kredit yang disalurkan. API Digital Service BNI yang mulai dikembangkan sejak 2018, kini sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Saat ini, BNI telah menyediakan 238 API services dan dengan jumlah pengguna lebih dari 3.000 klien.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓