XL Axiata Tebar Dividen 50 Persen dari Laba Bersih 2020

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 23 Apr 2021, 14:44 WIB
Diperbarui 23 Apr 2021, 14:44 WIB
Logo XL Axiata
Perbesar
Logo XL Axiata

Liputan6.com, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyetujui pembagian dividen sebesar 50 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2020.

Dividend Payout Ratio (DPR) tersebut lebih besar dibandingkan sebelumnya yang hanya 30 persen dari laba bersih tahun buku 2019.

"Dividen yang kita bagikan memang lebih tinggi dari periode sebelumnya. Itu merupakan wujud komitmrnen kami untuk memberikan value yang lebih kepada pemegang saham, selaras dengan peningkatan pencapaian profit dan juga peningkatan kas yang kita peroleh di 2020,” ujar Direktur Keuangan PT XL Axiata Tbk, Budi Pramantika dalam paparan publik, Jumat (23/4/2021).

Adapun untuk tahun buku 2020, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 679 miliar. Pendapatan pendapatan XL berhasil tumbuh mencapai Rp 26 triliun, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk EBITDA tahun 2020, Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp 13 triliun, atau naik 31 persen yoy. Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk, Dian Siswarini mengatakan, capaian ini merupakan yang terbesar dalam sejarah.

"Kemudian juga untuk laba bersih kita berhasil mencapai profitabilitas yang konsisten sehingga laba bersih yang dinormalisasi itu dicapai di angka Rp 679 miliar," ujar dia dalam kesempatan yang sama. Sementara untuk ROIC bisa dipertahankan di level 4,6 persen pada 2020.

2 dari 3 halaman

Gerak Saham EXCL

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada perdagangan saham Jumat, 23 April 2021 pukul 14.39 WIB, saham EXCL turun 1,46 persen ke posisi Rp 2.030 per saham. Saham EXCL sempat dibuka merosot 20 poin ke posisi Rp 2.040 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 2.277 kali dengan nilai transaksi Rp 19,8 miliar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓