Saham Netflix Turun 11 Persen, Ada Apa?

Oleh Agustina Melani pada 21 Apr 2021, 14:37 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 14:37 WIB
Biaya Langganan Aplikasi
Perbesar
Ilustrasi Langganan Netflix Credit: unsplash.com/freestocks

Liputan6.com, Jakarta - Saham Netflix turun 11 persen menjadi USD 490 setelah perdagangan dan laporan subscriber pada kuartal I 2021. Netflix menyatakan hanya berharap tambahan 1 juta subcribers pada kuartal terbaru.

Netflix melaporkan tambahan subscribers sebanyak 3,98 juta pada kuartal I. Angka ini di bawah proyeksi perseroan dan di bawah tahun lalu.

Sebelumnya Netflix proyeksi 6 juta subscribers baru dan perkiraan analis 6,19 juta. Pada kuartal tahun lalu, Netflix mencapai tambahan subscribers lebih dari 9 juta. Demikian dilansir dari Forbes, Rabu (21/4/2021).

Netflix mengatakan, perlambatan jumlah pelanggan karena pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 yang terjadi mendorong perusahaan untuk menunda beberapa acara dan film.

"Kami yakin pertumbuhan keanggotaan berbayar melambat karena tarikan COVID-19 yang besar pada 2020, dan daftar konten jadi lebih ringan pada paruh pertama 2021 karena penundaan produksi imbas COVID-19,” tulis Netflix kepada pemegang sahamnya dilansir dari CNBC.

Netflix bertahan melawan pesaing termasuk Disney+ dan Hulu, HBO Max AT&T, Amazon Prime dan Comcast NBC Universal Peacock. Perusahaan tersebut mengatakan tidak percaya persaingan memainkan faktor dalam jumlah pelanggan yang lemah.

"Kami tidak percaya intensitas persaingan berubah secara material pada kuartal tersebut,” berdasarkan laporan itu.

CFO Spencer Neuman mengatakan kepada investor, kuncinya adalah bisnis tetap sehat dan masih tumbuh.

Netflix mengantisipasi konten dengan kembali memproduksi pada akhir 2021. Hal ini seiring penundaan produksi yang disebabkan COVID-19.

"Seperti yang telah kami tekankan sebelumnya, penundaan produksi dari COVID-19 pada 2020 akan mengarah pada 2021 yang lebih berat pada paruh kedua dengan kembalinya sejumlah waralaba,” ujar perseroan.

Perseroan menyatakan, produksi kembali berjalan pada hampir semua pasar utamanya. Jika itu terus berlanjut, Netflix mengatakan akan habiskan lebih dari USD 17 miliar untuk konten pada 2021.

2 dari 3 halaman

Bakal Gelar Buyback Saham

Dengan meningkatkan biaya untuk konten, Netflix juga terus menguji tindakan untuk berbagi kata sandi. COO Netflix Greg Peters mengatakan, perseroan sedang berupaya memastikan orang yang menggunakan akun Netflix adalah orang yang diizinkan untuk melakukannya.

"Kami akan menguji banyak hal, tetapi kami tidak akan pernah meluncurkan sesuatu yang terasa seperti memutar sekrup. Ini harus terasa masuk akal bagi konsumen, bahwa mereka mengerti,” ujar Co-CEO Reed Hastings.

Secara historis, perusahaan tidak melakukan banyak hal untuk memerangi pembagian kata sandi di antara penggunanya, karena pertumbuhan pelanggan dan harga saham kemungkinan besar mengimbangi kekhawatirannya tentang hilangnya pendapatan. Namun, Netflix telah mempertimbangkannya kembali.

Di sisi lain, pendapatan perusahaan tumbuh 24 persen dari tahun ke tahun. Ini sejalan dengan perkiraan awal kuartal, demikian pernyataan Netflix.

Netflix juga menyetujui program pembelian kembali untuk membeli kembali saham biasa senilai USD 5 miliar yang dimulai pada 2021. "Itu diharapkan mulai kuartal ini,".

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓