Sambut Hari Kartini, Yuk Simak Tips Investasi bagi Investor Pemula

Oleh Dian Tami Kosasih pada 21 Apr 2021, 03:28 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 09:51 WIB
Ilustrasi Hari Kartini
Perbesar
Ilustrasi Hari Kartini. <a href='https://www.freepik.com/vectors/education'>Education vector created by freepik - www.freepik.com</a>

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Penetapan Hari Kartini itu diteken oleh Presiden RI Sukarno dalam surat Nomor 108 Tahun 1964. Tanggal tersebut dipilih lantaran hari lahir Kartini di Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879.

Sosok Kartini menjadi pejuang bagi kaum perempuan untuk memperoleh persamaan baik pendidikan hingga sosial. Jika dahulu Kartini berjuang agar perempuan mendapatkan pendidikan sama dengan pria, Kartini masa kini hadapi sesuatu yang lebih kompleks.

Selain pendidikan, perempuan kini juga berperan penting dalam mengelola keuangan. Hal itu baik bagi diri sendiri jika masih single, dan keluarga bagi yang sudah menikah.

Ibarat ungkapan kalau perempuan merupakan manajer keuangan di rumah tangga. Dengan menjadi manajer keuangan yang baik bermula dari lingkungan keluarga diharapkan dapat juga membantu orang lain terutama dalam kondisi pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, perempuan dituntut memiliki kemampuan menabung dan investasi. Hal ini agar membantu keuangan keluarga dan mempersiapkan masa depan sehingga menjadi lebih baik.

Bicara soal investasi, jika dulu, perempuan gemar investasi dengan membeli emas termasuk emas perhiasan, kini investasi yang dilakukan perempuan semakin luas.

Salah satu investasi yang menjadi perhatian adalah investasi pasar modal seperti obligasi dan saham.

Salah satu investor saham yang terkenal hingga masuk jajaran miliarder adalah Warren Buffett. Masuk dalam jajaran miliarder dunia, Warren Edward Buffett terkenal dengan kepiawaian dalam berbisnis dan investasi saham. Telah berusia 90 tahun, CEO Berkshire Hathaway ini sering kali memberikan nasihat terkait investasi.

2 dari 4 halaman

Nasihat Investasi

Reksadana
Perbesar
Ilustrasi Investasi Uang Credit: pexels.com/pixabay

Melansir beberapa sumber, Rabu (21/4/2021), berikut tiga nasihat yang patut dipelajari saat hendak invetasi:

1. Pemikiran jangka panjang

Jika Anda berencana investasi dalam saham, jangan mendasarkan pilihan pada perusahaan mana yang berkinerja baik saat ini. Sebaliknya, pertimbangkan bisnis mana yang tetap kuat.

“Tidak ada yang membeli sebuah pertanian berdasarkan apakah mereka pikir akan turun hujan tahun depan. Mereka membelinya karena mereka pikir itu adalah investasi yang bagus selama 10 atau 20 tahun,” kata Buffett pada 2018.

Buffett memutuskan sebuah bisnis layak diinvestasikan berdasarkan apakah dia yakin itu akan bertahan lama.

Dia pernah membeli See’s Candies dengan mitra bisnis lamanya Charlie Munger pada 1972 dan menghabiskan lebih dari USD 1 miliar pada saham Coca-Cola pada 1988.

Keduanya ternyata merupakan investasi bagus dan kedua saham perusahaan ini masih dimiliki Buffet hingga saat ini.

“Kumpulkan portofolio perusahaan yang pendapatan agregatnya meningkat selama bertahun-tahun, dan begitu juga dengan nilai pasar portofolio. Jika Anda tidak ingin memiliki saham selama 10 tahun, jangan pernah berpikir untuk memilikinya selama 10 menit,” tulis Buffett dalam suratnya pada tahun 1996 kepada pemegang saham.

 

3 dari 4 halaman

Tetap di Jalur

Ini 10 Daftar Orang Terkaya Dunia Tahun 2017 Versi Forbes
Perbesar
Peringkat kedua diikuti oleh pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffett. Kekayaan pria 86 tahun ini mencapai US$ 75,6 miliar atau sekitar Rp 1.005 triliun. (NYC)

2. Tetap di jalur

Pasti stres akan muncul ketika pasar ambruk, tetapi jangan panik dan jual investasi Anda hanya karena siklus berita terbaru. "Pasar akan selalu bergejolak, dan hal terbaik yang dapat dilakukan investor mana pun, terlepas dari pengalamannya, adalah tetap tenang," kata Buffett.

"Meskipun pasar pada umumnya rasional, mereka terkadang melakukan hal-hal gila,” tulisnya dalam surat 2018 kepada pemegang saham.

Sebaliknya, tetap di jalur dan percayalah bahwa Anda telah berinvestasi di perusahaan yang akan bertahan dalam ujian waktu. Investor membutuhkan kemampuan untuk mengabaikan ketakutan atau antusiasme massa dan untuk fokus pada beberapa fundamental sederhana.

“Kesediaan untuk terlihat tidak imajinatif untuk waktu yang lama - atau bahkan terlihat bodoh - juga penting,” tulis Buffett. Sederhananya: “Jangan perhatikan pasar dengan cermat,” seperti yang  dikatakan Buffett kepada CNBC pada 2016 di  tengah fluktuasi pasar yang liar.

3. Investasikan diri sendiri

"Sejauh ini, investasi terbaik yang dapat Anda lakukan adalah pada diri sendiri,” kata Buffett  kepada pemimpin redaksi Yahoo Finance Andy Serwer di 2019.

“Belajar berkomunikasi dengan lebih baik secara tertulis maupun secara langsung.” Mengasah keterampilan dikatakan dapat meningkatkan nilai diri sendiri setidaknya 50 persen. Selanjutnya, jaga tubuh dan pikiran Anda - terutama saat masih muda.

"Jika saya memberi Anda sebuah mobil, dan itu akan menjadi satu-satunya mobil yang Anda dapatkan sepanjang hidup, Anda akan merawatnya seperti tidak percaya. Gores apa pun, Anda akan memperbaiki momen itu, baca buku manual, Anda akan memiliki garasi dan melakukan semua hal ini," katanya.

“Kamu mendapatkan tepat satu pikiran dan satu tubuh di dunia ini, dan kamu tidak dapat mulai menjaganya ketika kamu berusia 50. Pada saat itu, kamu akan berkarat jika kamu belum melakukan apa pun,"

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓