Mata Uang Digital Banyak Bermunculan, Bitcoin dan Saham Coinbase Turun

Oleh Dian Tami Kosasih pada 20 Apr 2021, 12:42 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 12:42 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Setelah mengalami kenaikan tajam, mata uang kripto mengalami penurunan pada Sabtu 17 April 2021. Saat itu, harga Bitcoin jatuh sekitar 14 persen. Mencoba untuk bangkit pada Senin, 19 April 2021, mata uang digital itu justru kembali mengalami penurunan.

Seperti dilansir CNN, Selasa (20/4/2021), harga Bitcoin turun 0,7 persen terhadap dolar AS saat penutupan pasar saham Senin, 19 April 2021. Tercatat, Bitcoin diperdagangkan sekitar USD 56.000 per koin.

Penurunan akhir pekan kemarin menjadi catatan baru, karena Bitcoin telah mengalami lonjakan yang besar selama berbulan-bulan, termasuk IPO besar-besaran Coinbase yang dilakukan minggu lalu.

Dalam hal ini, pertukaran crypto mengalami dampak positif karena nilainya hampir USD 100 miliar. Sejalan dengan harga Bitcoin, saham Coinbase mengalami penurunan 2,6 persen pada perdagangan Senin.

Bitcoin turun karena beberapa negara seperti Turki membuat keributan tentang pelarangan Bitcoin sebagai metodologi pembayaran dan membicarakan pengawasan lebih lanjut oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat.

Pasar kripto juga semakin ramai karena China menciptakan yuan digital dan memberikan gagasan untuk meluncurkan mata uang di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bank Sentral Inggris Umumkan Pembuatan Mata Uang Digital

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sementara itu, Bank of England mengumumkan pembuatan mata uang digital bank sentral serta satuan tugas untuk mengeksplorasi penggunaannya.

"Big Tech juga mengembangkan versi cryptocurrency mereka sendiri. Semua ini mewakili persaingan masa depan yang signifikan untuk bitcoin," kata analis Action Economics dalam sebuah catatan.  

Pada saat yang sama, mata uang kripto masih memiliki banyak pendukung bullish. "Kami tidak berpikir faktor-faktor ini mengubah cerita fundamental untuk Bitcoin yang tampaknya masih didukung oleh pasokan yang terbatas dan perluasan adopsi investor institusional dan ritel," ujar Win Thin, kepala strategi mata uang global di Brown Brothers Harriman.

Selain itu, indeks dolar AS juga jatuh pada hari Senin, dengan greenback turun 0,5 persen. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya