Jelang Pengumuman Bunga Acuan BI, IHSG Parkir di Zona Merah

Oleh Agustina Melani pada 20 Apr 2021, 12:14 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 12:14 WIB
IHSG Merosot hingga Diberhentikan Sementara
Perbesar
Pergerakan saham pada layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/7/2020). IHSG pada perdagangan di BEI turun tajam karena pengumuman Gubernur DKI Anies Baswedan terkait dengan rencana penerapan PSBB secara ketat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah pada perdagangan saham Selasa, (20/4/2021). Investor asing melakukan aksi jual di pasar regular dan pelaku pasar menanti pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, IHSG merosot 0,84 persen atau 50,73 poin ke posisi 6.001. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,88 persen ke posisi 895,23. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG bergerak di kisaran 6.000-6.045. Sebanyak 269 saham melemah sehingga menekan IHSG. 173 saham diam di tempat dan 189 saham menguat.

Total volume perdagangan saham 7,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,8 triliun. Investor asing jual saham Rp 321,43 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.484.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah. Sektor saham keuangan memimpin pelemahan dengan turun 1,74 persen, diikuti sektor tambang susut 1,35 persen dan sektor saham infrastruktur tergelincir 0,49 persen.

2 dari 5 halaman

Top Gainers dan Losers

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham PURI naik 24,84 persen

-Saham KONI melonjak 24,43 persen

-Saham LAND melonjak 22,31 persen

-Saham FOOD naik 21,24 persen

-Saham ALMI mendaki 14,16 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham LFLO turun 9,55 persen

-Saham BMAS merosot 6,93 persen

-Saham NPGF merosot 6,92 persen

-Saham BNBA tergelincir 6,91 persen

-Saham GHON turun 6,83 persen

3 dari 5 halaman

Aksi Investor Asing

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham TBIG senilai Rp 19,5 miliar

-Saham ACES senilai Rp 8,5 miliar

-Saham UNVR senilai Rp 8,2 miliar

-Saham ASII senilai Rp 6,9 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 6,4 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing:

-Saham TAPG senilai Rp 185,9 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 81,6 miliar

-Saham BRIS senilai Rp 14,6 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 14,4 miliar

-Saham INCO senilai Rp 12,2 miliar

4 dari 5 halaman

Kata Analis

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,13 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,41 persen, indeks saham Thailand menanjak 0,12 persen dan indeks saham Shanghai mendaki 0,35 persen.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei susut 1,98 persen, indeks saham Singapura tergelincir 0,21 persen dan indeks saham Taiwan merosot 0,08 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, tekanan IHSG terjadi seiring pelaku pasar menanti rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) dan reshuffle cabinet. “(Pelaku pasar-red) wait and see,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Sedangkan sentiment global, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Rusia. Demikian juga ketegangan Rusia dengan Ukraina, dan kenaikan kasus COVID-19 secara global.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓