Pembangunan Capai 94 Persen, Adaro Energy Sebut PLTU Batang Beroperasi Awal 2022

Oleh Agustina Melani pada 20 Apr 2021, 07:17 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 07:17 WIB
Setelah beroperasi, PLTU Batang akan menjadi pembangkit terbesar di ASEAN
Perbesar
Setelah beroperasi, PLTU Batang akan menjadi pembangkit terbesar di ASEAN

Liputan6.com, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyatakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang atau PLTU Batang beroperasi akhir 2021, dan paling lambat awal 2022.

Direktur Keuangan PT Adaro Energy Tbk, Lie Luckman menuturkan, perkembangan proyek PLTU Batang mencapai 94 persen. Perseroan akan memasok suplai batu bara 5-7 juta ton per tahun.

"PLTU Batang progress 94 persen lebih. Untuk proyek sebesar ini banyak hal-hal yang perlu kita kejar, dan kita perbaiki di sana. Progress kita sedang kejar terus. Operasional akhir 2021, atau awal 2022 untuk Proyek Batang,” ujar dia kepada wartawan, ditulis Selasa (20/4/2021).

Ia menambahkan, pada tahap akhir proyek tersebut butuh batu bara untuk testing. Memasok batu bara mulai dilakukan akhir 2021 dan operasional awal 2022.

Terkait penyerapan pasokan listrik, Luckman menuturkan, hal tersebut tergantung proses vaksinasi COVID-19 berjalan di Indonesia. Semakin cepat program vaksinasi COVID-19 dilakukan sehingga mendukung pemulihan ekomomi.

"Tergantung seberapa cepat proses vaksinasi COVID-19 di negara kita berjalan. Setelah proses vaksinasi COVID-19, ekonomi jalan, pasokan listrik meningkat sendirinya,” kata dia.

Sebelumnya, PLTU Batang ditargetkan beroperasi pada akhir 2020. Pembangunan Proyek PLTU Batang 2x1.000 MW memerlukan dana sebesar USD 4,2 miliar.

Operator pembangunan PLTU tersebut adalah PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), yaitu perusahaan patungan yang didirikan tiga perusahaan: Electric Power Development Co., Ltd (J-Power), PT Adaro Power, dan Itochu Corporation (Itochu).Adaro Power memiliki porsi 34 persen dalam proyek tersebut.

2 dari 3 halaman

Adaro Energy Jajaki Pinjaman

(Foto: Dok PT Adaro Energy Tbk)
Perbesar
Ilustrasi PT Adaro Energy Tbk (Foto: Dok PT Adaro Energy Tbk)

Sebelumnya, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sedang menjajaki pinjaman bank mengingat ada pinjaman PT Adaro Indonesia yang jatuh tempo senilai USD 400 juta pada pertengahan 2021.

"Untuk hal itu coba jajaki ke beberapa bank untuk bisa refinance pinjaman untuk lima tahun ke depan. Refinance loan yang ada nilainya USD 400 juta,” ujar Direktur Keuangan PT Adaro Energy Tbk Lie Luckman kepada wartawan, Senin, 19 April 2021.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir mengatakan, perseroan mendapatkan respons positif untuk penjajakan pinjaman tersebut. Namun, perseroan belum dapat menjelaskan lebih detil mengenai nama Lembaga keuangan yang akan terlibat.

 "Alhamdullilah. Surprise partisipasi banyak. Boleh dibilang oversubribed. Alhamdullilah masih dipercaya, konsorsiumnya banyak,” ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓