Bergerak Tak Wajar, BEI Pelototi Saham Multipolar

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 13 Apr 2021, 13:46 WIB
Diperbarui 13 Apr 2021, 13:48 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pergerakan saham PT Multipolar Tbk (MLPL) yang bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Pada perdagangan sesi pertama, Selasa (13/4/2021), saham MLPL ditutup melemah 5,03 persen ke level 170, atau turun 9 poin. Pada perdagangan pekan lalu, saham MLPL terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Sejak Senin,5 April 2021, saham  MLPL tercatat naik 15,17 persen di 129 per saham. Hari berikutnya masih mencatatkan kenaikan, hingga Rabu,7 April 2021 mengalami kenaikan hingga 22,9 persen ke level 161. Sekaligus menjadi kenaikan tertinggi pekan lalu.

Pada Kamis, 8 April 2021,saham MLPL sempat susut  3,72 persen. Namun, saham MLPL berhasil ditutup naik 10,96 persen di 172 pada Jumat,9 April 2021

Pihak bursa menjelaskan, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang- undangan di bidang Pasar Modal.

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi 7 April 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait laporan informasi atau fakta material informasi atau fakta material lainnya dan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham MLPL tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis manajemen Bursa seperti dikutip, Selasa (13/4/2021).

2 dari 3 halaman

Imbauan kepada Investor

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa. Juga mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya. Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum

mendapatkan persetujuan RUPS. Serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓