Saudi Aramco Raih Kesepakatan Infrastruktur Pipa Rp 180,83 Triliun, Terbesar Sejak IPO

Oleh Agustina Melani pada 12 Apr 2021, 09:06 WIB
Diperbarui 12 Apr 2021, 09:07 WIB
Ilustrasi fasilitas minyak Aramco Arab Saudi (Creative Commons / Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi fasilitas minyak Aramco Arab Saudi (Creative Commons / Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Saudi Aramco menyetujui kesepakatan penyewaan kembali jaringan pipa senilai USD 12,4 miliar atau sekitar Rp 180,83 triliun (asumsi kurs Rp 14.583 per dolar AS) dengan konsorsium yang dipimpin oleh EIG Global Energy Partners. Kesepakatan itu termasuk menjual 49 persen saham dalam jaringan pipa konsorsium yang dipimpin oleh EIG Global Energy Partners.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu transaksi infrastruktur energi terbesar. Selain itu juga kesepakatan terbessar sejak Saudi Aramco gelar penawaran saham perdana senilai USD 29,4 miliar pada akhir 2019. Demikian mengutip Channel News Asia.

Dalam sebuah pernyataan, transaksi tersebut kelanjutan dari strategi Aramco untuk membuka potensi basis asetnya dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.

Unit baru yang bernama Aramco Oil Pipelines Company akan menyewakan hak penggunaan di jaringan pipa minyak mentah Aramco untuk jangka waktu 25 tahun.

Sebagai imbalannya, Aramco Oil Pipelines Company akan menerima tarif yang harus dibayar oleh Aramco untuk minyak mentah melalui jaringan didukung oleh komitmen volume minimum.

Saudi Aramco akan memegang 51 persen saham mayoritas di perusahaan baru dan konsorsium yang dipimpin EIG akan memegang 49 persen saham.

2 dari 3 halaman

Peluang Strategis

Saudi Aramco
Perbesar
Saudi Aramco

Raksasa minyak Saudi itu mengatakan akan mempertahankan kepemilikan penuh dan kontrol operasional jaringan pipa minyak mentahnya yang stabil dan transaksi tersebut tidak akan memberlakukan pembatasan apa pun pada volume produksi minyak mentah Aramco yang sebenarnya.

“Transaksi penting ini menentukan jalan ke depan untuk program pengoptimalan portofolio kami,” ujar Presiden Aramco Amin Nasser, dilansir dari Arab Newas.

Ia menambahkan, pihaknya memanfaatkan peluang baru secara strategis sejalan dengan program Shareek. “Struktur permodalan yang kuat akan semakin ditingkatkan dengan transaksi ini, yang pada gilirannya akan membantu memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham kami,” ujar dia.

Bank HSBC Plc bertindak sebagai penasihat keuangan untuk EIG sehubungan dengan transaksi tersebut.

Adapun EIG adalah investor institusi terkemuka untuk sektor energi global dengan dana kelolaa USD 22 miliar per 31 Desember 2020. EIG memiliki spesialisasi dalam investasi swasta energi dan infrastruktur terkait energi secara global.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓