Pendapatan Adhi Karya Susut 29,26 Persen Jadi Rp 10,82 Triliun pada 2020

Oleh Agustina Melani pada 06 Apr 2021, 19:19 WIB
Diperbarui 06 Apr 2021, 19:20 WIB
Adhi Karya
Perbesar
Ilustrasi Adhi Karya (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat penurunan laba dan pendapatan sepanjang 2020. Pendapatan perseroan turun menjadi Rp 10,82 triliun pada 2020. Realisasi pendapatan ini turun 29,2 persen dari periode 2019 sebesar Rp 15,30 triliun.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk susut 90,19 persen secara year on year. PT Adhi Karya Tbk mencatat laba Rp 23,97 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 663,80 miliar.

Dengan melihat kondisi itu, laba per saham dasar turun dari Rp 186 pada 2019 menjadi Rp 7 pada 2020. Demikian mengutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/4/2021).

Beban pokok pendapatan merosot 29,90 persen dari Rp 12,97 triliun pada 2019 menjadi Rp 9,09 triliun. Hal itu mendorong laba bruto susut 25,69 persen menjadi Rp 1,73 triliun pada 2020. Pada periode 2019, perseroan mencatat laba bruto Rp 2,33 triliun.

Meski demikian, perseroan menekan beban usaha 18,61 persen secara year on year. Beban usaha dari Rp 894,06 miliar pada 2019 menjadi Rp 727,68 miliar pada 2020. Perseroan menekan beban penjualan dari Rp 34,49 miliar pada 2019 menjadi Rp 18,62 miliar pada 2020. Beban umum dan administrasi turun dari Rp 859,57 miliar pada 2019 menjadi Rp 709,06 miliar pada 2020.Laba usaha turun 30,09 persen dari Rp 1,44 triliun pada 2019 menjadi Rp 1,08 triliun pada 2020.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 6 April 2021, saham ADHI naik 6,22 persen ke posisi Rp 1.110 per saham. Saham ADHI sempat berada di zona merah pada sesi pertama.

Saham PT Adhi Karya Tbk dibuka stagnan di posisi Rp 1.045 per saham. Saham ADHI berada di level tertinggi Rp 1.115 dan terendah Rp 985 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.502 kali dengan nilai transaksi Rp 26,9 miliar.

Total Liabilitas

Melihat Progres Pembangunan LRT yang Mundur Hingga Juni 2022
Perbesar
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (7/8/2020). PT Adhi Karya akan memprioritaskan pengerjaan proyek infrastruktur berlabel proyek strategis nasional (PSN) di tengah pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Perseroan mencatat total liabilitas naik 9,5 persen menjadi Rp 32,51 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 29,68 triliun. Ekuitas perseroan tercatat Rp 5,57 triliun. Ekuitas itu turun 18,42 persen pada 2020 dari periode 2019 sebesar Rp 6,83 triliun.

Total aset tercatat naik 4,3 persen menjadi Rp 38,09 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 36,51 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,36 triliun pada 2020. Kas itu turun dari periode 2019 sebesar Rp 3,25 triliun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓