Alasan Krakatau Steel Tambah Modal di Anak Perusahaan KTI

Oleh Agustina Melani pada 04 Apr 2021, 20:19 WIB
Diperbarui 04 Apr 2021, 20:20 WIB
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk resmi meluncurkan logo baru perusahaan jelang hari jadinya yang ke 50 pada 31 Agustus 2020 mendatang.
Perbesar
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk resmi meluncurkan logo baru perusahaan jelang hari jadinya yang ke 50 pada 31 Agustus 2020 mendatang.

Liputan6.com, Jakarta - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menambah penyertaan modal perseroan di anak usaha PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) pada 25 Maret 2021. Penambahan penyertaan modal itu berbentuk tanah milik perseroan.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (4/4/2021),  nilai penambahan penyertaan modal itu seluas 2.765,437 meter persegi dengan nilai Rp 798,42 miliar.

Transaksi penambahan penyertaan modal ini untuk memperbaiki struktur permodalan PT KTI dalam rangka memperoleh sumber pendanaan yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui pembangunan water treatment plant air laut. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kinerja perseroan secara konsolidasi.

"Peningkatan kepemilikan saham perseroan di PT KTI menjadi sebesar 818.427.447 saham atau sebesar 99,99 persen,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI yang diteken Sekretaris Perusahaan PT Krakatau Steel Tbk, Pria Utama.

Adapun PT KTI adalah anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk dengan persentase kepemilikan saham 99,99 persen.

2 dari 3 halaman

Gerak Saham KRAS

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis, 1 April 2021, saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) naik 2,48 persen menjadi Rp 620 per saham.

Saham KRAS dibuka naik lima poin ke posisi Rp 610 per saham. Saham KRAS sempat berada di level tertinggi Rp 620 dan terendah Rp 590 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.491 kali dengan nilai transaksi Rp 14,8 miliar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by