Pengelola Alfamart Kantongi Pendapatan Rp 75,82 Triliun pada 2020

Oleh Agustina Melani pada 30 Mar 2021, 19:02 WIB
Diperbarui 30 Mar 2021, 19:02 WIB
Toko Baru Alfamart.
Perbesar
Toko Baru Alfamart.

Liputan6.com, Jakarta - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola Alfamart mencatatkan pertumbuhan pendapatan sepanjang 2020, tetapi laba turun tipis.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/3/2021), Pendapatan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk naik 3,95 persen dari Rp 72,94 triliun pada 2019 menjadi Rp 75,82 triliun pada 2020. Beban pokok pendapatan naik 3,4 persen dari Rp 58,40 triliun pada 2019 menjadi Rp 60,41 triliun pada 2020.

Sementara itu, laba bruto perseroan naik 5,98 persen dari Rp 14,54 triliun pada 2019 menjadi Rp 15,41 triliun pada 2020. Beban penjualan dan distribusi naik 7,3 persen menjadi Rp 13,13 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,24 triliun.

Beban umum dan administrasi naik 8,5 persen menjadi Rp 1,51 triliun pada 2020. Pendapatan lainnya turun menjadi Rp 987,53 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,12 triliun. Laba usaha susut 5,6 persen dari Rp 1,79 triliun pada 2019 menjadi Rp 1,68 triliun pada 2020.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 4,5 persen menjadi Rp 1,06 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,11 triliun. Laba per saham diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 25,56 pada 2020 dari periode 2019 sebesar Rp 26,79.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Total Liabilitas

Pertamina menggandeng Alfamart mengembangkan bisnis Bright Store di SPBU di luar pulau Jawa.
Perbesar
Pertamina menggandeng Alfamart mengembangkan bisnis Bright Store di SPBU di luar pulau Jawa.

Total liabilitas perseroan naik 7,1 persen dari Rp 17,10 triliun pada 2019 menjadi Rp 18,33 triliun pada 2020. Total ekuitas perseroan naik 10,9 persen menjadi Rp 7,63 triliun pada 2020.

Total aset perseroan naik 8,2 persen menjadi Rp 25,97 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 23,9 triliun pada 2020. Perseroan kantongi kas Rp 3,87 triliun pada 2020.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 30 Maret 2021, saham AMRT melemah 3,37 persen ke posisi Rp 860 per saham. Saham AMRT sempat berada di level tertinggi Rp 895 dan terendah Rp 860 per saham. Total frekuensi perdaganan 849 kali dengan nilai transaksi Rp 2,6 miliar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓