Kilang Balongan Pertamina Terbakar, Bagaimana Gerak Saham Emiten Minyak?

Oleh Agustina Melani pada 29 Mar 2021, 11:04 WIB
Diperbarui 29 Mar 2021, 11:04 WIB
Akhir 2019, IHSG Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kilang minyak Balongan, Indramayu, Jawa Barat milik Pertamina mengalami ledakan dan kebakaran hebat pada Senin, dini hari, 29 Maret 2021.

Kilang minyak Balongan meledak sekitar pukul 00.45 WIB. Hingga kini, asap hitam masih membumbung tinggi di area kilang minyak.

Hal ini terungkap melalui video amatir yang diunggah warga di akun Instagram @indramayuterkini terkait kondisi kilang minyak Balongan.

"Kondisi pagi menjelang siang saat ini awan hitam masih membumbung tinggi di sekitar lokasi kejadian," ujar salah seorang pria yang merekam tersebut.

Dengan ada kejadian kilang minyak Balongan terbakar tersebut, bagaimana pergerakan saham emiten minyak pada Senin, (29/3/2021):

Mengutip data RTI pukul 10.36 WIB, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melemah 1,18 persen ke posisi Rp 3.340 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham AKRA sempat dibuka menguat 20 poin ke posisi 3.400 per saham.

Saham AKRA berada di level tertinggi 3.420 dan terendah 3.330 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.470 kali dengan nilai transaksi Rp 34,9 miliar.

Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) susut 0,54 persen ke posisi Rp 366 per saham. Saham ELSA sempat naik dua poin ke posisi Rp 370 per saham pada pembukaan perdagangan saham.

Saham ELSA berada di level tertinggi Rp 374 dan terendah Rp 358 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.159 kali dengan nilai transaksi Rp 9,7 miliar.

Sementara itu, saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik tipis 0,82 persen ke posisi Rp 615 per saham. Saham MEDCO sempat dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 620 per saham.

Saham MEDC sempat berada di level tertinggi Rp 625 dan terendah Rp 610 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.629 kali dengan nilai transaksi harian saham Rp 5,4 miliar.

Sementara itu, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 1,77 persen ke posisi Rp 111 per saham. Saham ENRG dibuka stagnan di posisi Rp 113 per saham. Saham ENRG sempat berada di level tertinggi Rp 114 dan terendah Rp 110 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 538 kali dengan nilai transaksi Rp 1,9 miliar.

Di sisi lain, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat. IHSG naik 0,34 persen ke posisi 6.217,59. Indeks saham LQ45 menguat 0,55 persen ke posisi 943,93. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Sebanyak 235 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 227 saham melemah dan 147 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.230 dan terendah 6.197. Total frekuensi perdagangan saham 520.403 kali dengan nilai transaksi Rp 4,4 triliun.

2 dari 3 halaman

Kebakaran Kilang Minyak Balongan Pertamina Tak Ganggu Pasokan BBM ke Jakarta

20160114-Melihat Pusat Minyak Mentah Pertamax di Indramayu
Perbesar
Petugas PT. Pertamina (Persero) melintas Refinery Unit (RU) atau kilang VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, (14/1). RU VI Balongan merupakan tumpuan produksi BBM jenis Pertamax Series milik PT. Pertamina (Persero). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Sebelumnya, Kilang minyak Balongan, Indramayu Jawa Barat mengalami kebakaran besar, pada 29 Maret 2021 pukul 00.45 dini hari tadi, insiden tersebut membuat fasilitas produksi Bahan Bakar Minyak (BBM) ini mengalami gangguan.

Lalu bagaimana pasokan BBM ke Jakarta dan sekitarnya?

Unit Manager Communication Relations dan CSR Marketing Operation Regional (MOR) III Pertamina Eko Kristiawan menyatakan, pasokan BBM ke wilayah Jakarta sekitaranya tetap aman, meski Kilang minyak Balongan mengalami kebakaran.

"Pasokan tetap aman," kata Eko, saat berbincang dengan Liputan6.com.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifky Sukarya pun menyatakan, dengan adanya kebakaran kilang minyak Balongan ini, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM ke masyarakat tidak terganggu dan saat ini masih berjalan normal.

Wakil Komisaris Pertamina Pahala M Mansury menyatakan, Pertamina sedang memastikan persediaan produksi dan persediaan BBM cukup untuk memenuhi konsumsi.

"Kami sedang memastikan bahwa produksi dan persediaan yg ada cukup untuk memastikan konsumsi BBM,"

Dia menuturkan, untuk mengetahui penyebab terbakarnya kilang minyak Balongan akan dilakukan investigasi terlebih dahulu, bersama dengan pihak Kepolisian.

"Investigasi beserta kepolisian untuk memastikan penyebabnya, serta memastikan pengamanan juga di fasilitas-fasilitas kilang serta fasilitas lainnya," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓