Lesu Selama Sepekan, IHSG Susut 2,5 Persen ke Posisi 6.195

Oleh Agustina Melani pada 27 Mar 2021, 06:45 WIB
Diperbarui 27 Mar 2021, 06:45 WIB
Dilanda Corona, IHSG Ditutup Melesat
Perbesar
Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung tertekan selama sepekan. Pada periode 22-26 Maret 2021, IHSG turun 2,5 persen ke posisi 6.195,56 dari posisi pekan lalu 6.356,16.

Kapitalisasi pasar saham susut 2,24 persen dari Rp 7.477,62 triliun pada pekan lalu menjadi Rp 7.309,90 triliun. Sedangkan rata-rata volume transaksi harian saham melemah 6,79 persen  menjadi 15,65 miliar dari pekan lalu 16,79 miliar saham.

Rata-rata frekuensi harian susut 3,05 persen menjadi 1.102.435 kali transaksi dibandingkan 1.137.111 kali transaksi pada penutupan minggu lalu. Rata-rata nilai transaksi harian bursa merosot 6,66 persen menjadi Rp 10,69 triliun dari Rp 11,45 triliun pada pekan sebelumnya.

Investor asing melakukan aksi beli bersih saham Rp 294,94 miliar pada Jumat, 26 Maret 2021. Sepanjang 2021, investor asing mencatatkan aksi beli Rp 13,29 triliun.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang  2021 adalah 18 emisi dari 15 emiten senilai Rp19,09 triliun.

Dengan pencatatan tersebut maka total emisi obligasi serta sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 479 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp431,71 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 130 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 142 seri dengan nilai nominal Rp4.126,89 triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp7,21 triliun.

2 dari 3 halaman

Penutupan IHSG pada 26 Maret 2021

IHSG Menguat
Perbesar
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perkasa pada perdagangan saham Jumat, 26 Maret 2021. Penguatan IHSG terjadi setelah empat hari berturut-turut melemah.

Pada penutupan perdagangan saham, IHSG naik 1,19 persen ke posisi 6.195,56. Indeks saham LQ45 menguat 1,53 persen ke posisi 938,82. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Sebanyak 348 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 143 saham melemah dan 137 saham diam di tempat. Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.195,56 dan terendah 6.106,07.

Total frekuensi perdagangan saham 1,04 juta saham. Volume perdagangan saham 14,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11 triliun. Investor asing beli saham Rp 85,22 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.417.Secara sektoral, 10 sektor saham kompak menguat.

Sektor saham tambang naik 3,25 persen, dan catat penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri naik 2,19 persen dan sektor saham konstruksi menanjak 1,42 persen.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓