Ada Larangan Mudik Lebaran 2021, Bagaimana Dampaknya terhadap ASSA?

Oleh Agustina Melani pada 26 Mar 2021, 22:08 WIB
Diperbarui 27 Mar 2021, 06:06 WIB
Tol Jakarta-Cikampek
Perbesar
Kendaraan yang membawa pemudik di tol Jakarta-Cikampek dikeluarkan ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jumat (24/4/2020). Akses transportasi mobil pribadi dan bus angkutan penumpang dari tol Jakarta Cikampek menuju Karawang ditutup mulai Jumat (24/4). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memutuskan melarang mudik Lebaran 2021. Larangan mudik itu diputuskan dari rapat tiga menteri yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

“Ditetapkan tahun 2021 mudik ditiadakan, berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, swasta maupun pekerja mandiri juga seluruh masyarakat,” kata Muhadjir dalam konpres, Jumat, 26 Maret 2021.

Larangan mudik Lebaran berlaku pada 6 hingga 17 Mei 2021."Larangan mudik akan dimulai pada 6-17 Mei 2021 dan sebelum dan sesudah tanggal itu, diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang ke luar daerah kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu,” ujarnya

Lalu bagaimana dampak larangan mudik Lebaran 2020 terhadap perusahaan layanan transportasi seperti PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)?

Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk, Projo Sunarjanto menuturkan, larangan mudik Lebaran tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap perseroan. Hal ini lantaran perseroan tidak melayani jasa transportasi individu dalam jangka pendek.

“ASSA tidak pengaruh karena sewa mobilnya untuk korporasi dan jangka panjang, tidak melayani individu jangka pendek,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Jumat, (26/3/2021).

Selain itu, ia juga menyatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro juga tidak terlalu pengaruh terhadap perseroan.

Ia menambahkan, bisnis layanan transportasi perseroan juga masih tumbuh lantaran perusahaan dan institusi lebih menyewa mobil untuk hemat belanja modal.

“Lebih banyak perusahaan dan institusi yang lebih menyewa dari pada membeli mobil untuk menghemat capital expenditurenya,” kata dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Target Kinerja 2021

Pemudik Mulai Padati Tol Trans Jawa
Perbesar
Kendaraan pemudik melintasi ruas Tol Semarang-Solo-Kertosono di kawasan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (8/6/2019). Kepadatan arus balik Lebaran 2019 mulai terlihat di tol Trans Jawa, tepatnya di Tol Semarang-Solo-Kertosono arah Jakarta. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Malah bisnis logistik delivery express perseroan meningkat saat pandemi COVID-19. Projo menuturkan, pertumbuhan bisnis logistik itu didukung masyarakat kini memilih belanja online.

Dengan melihat kondisi itu, perseroan mengharapkan pendapatan tetap tumbuh 25-30 persen pada 2021. Pertumbuhan itu akan didukung dari bisnis rental, lelang hingga logistik. “Semua lini bisnis ikut berkontribusi. Antereja relatif kontribusinya akan meningkat lebih cepat,” kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya