Bursa Saham Asia Beragam Jelang Pertemuan The Fed

Oleh Agustina Melani pada 15 Mar 2021, 08:17 WIB
Diperbarui 15 Mar 2021, 08:18 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Senin, (15/3/2021) jelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

Indeks saham Australia ASX 200 cenderung mendatar. Sektor saham energi menguat 0,77 persen, sementara itu sektor saham bahan baku melemah 0,89 persen. Sedangkan sektor saham keuangan naik 0,2 persen.

Di bursa saham Jepang, indeks saham Nikkei naik 0,53 persen. Indeks saham Topix menguat 0,21 persen. Di Korea Selatan, indeks saham Kospi merosot 0,31 persen.

The Federal Open Market Committee akan mengadakan pertemuan pada 16-17 Maret 2021. Sejumlah analis berharap bank sentral AS menaikkan prediksi produk domestik bruto (PDB), seiring paket stimulus COVID-19 senilai USD 1,9 triliun yang sudah diteken. Dalam paket stimulus itu akan ada bantuan tunai langsung sebesar USD 1.400 kepada sebagian besar warga AS.

“Beberapa anggota FOMC mungkin berpikir suku bunga harus bergerak lebih tinggi lebih cepat dari yang mereka antisipasi pada Desember lalu,” tulis Analis ANZ Research, seperti dilansir dari CNBC, Senin (15/3/2021).

Analis mengatakan, bagi the Federal Reserve (the Fed) seiring pemulihan ekonomi yang kuat dan pergeseran momentum akan meningkatkan tantangan komunikasi untuk menyatakan berapa lama suku bunga akan tetap rendah.

Setiap kuartal, anggota FOMC memperkirakan kemana suku bunga akan bergerak dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Proyeksi ini disajikan secara visual dalam bagan dan disebut plot titik atau dot plot.

“Ketua the Federal Reserve Jerome Powell kemungkinan akan mempertahankan suku bunga untuk perbaikan ekonomi yang menyeluruh sambil menekankan toleransi untuk overshoot inflasi sederhana,” tulis Analis ANZ.

2 dari 3 halaman

Pasar Uang

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Di pasar mata uang, dolar AS diperdagangkan hampir mendatar di 91,63 dari posisi sebelumnya 92. Yen Jepang diperdagangkan melemah di level 109, dari posisi sebelumnya 109,04. Harga minyak cenderung naik. Harga minyak mentah AS naik 0,37 persen ke posisi USD 65,85 per barel.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓