IHSG Menguat 1,59 Persen Selama Sepekan ke Posisi 6.358

Oleh Agustina Melani pada 13 Mar 2021, 06:31 WIB
Diperbarui 14 Mar 2021, 08:32 WIB
Dilanda Corona, IHSG Ditutup Melesat
Perbesar
Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat selama sepekan pada 8-12 Maret 2021. IHSG naik 1,59 persen ke posisi 6.358,20 dari pekan lalu 6.258,74.

Kapitalisasi pasar juga meningkat dari periode 8-12 Maret 2021. Tercatat kapitalisasi pasar saham naik 1,17 persen menjadi Rp 7.438,52 triliun dari pekan lalu di posisi Rp 7.352,21 triliun.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 18,60 persen dari 22,015 miliar pada pekan lalu menjadi 17,92 miliar. Demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (13/3/2021).

Di sisi lain, rata-rata frekuensi harian turun 14,11 persen menjadi 1.209.323 kali transaksi dibandingkan 1.408.070 kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

Rata-rata nilai transaksi harian bursa merosot 15,94 persen menjadi Rp 11,95 triliun pada 8-12 Maret 2021 dari pekan lalu di kisaran Rp 14,16 triliun.

Menyambut akhir pekan, investor asing mencatatkan aksi jual Rp 456,76 miliar, sedangkan sepanjang 2021 investor asing mencatat aksi beli bersih Rp 12,79 triliun.

2 dari 3 halaman

Pencatatan Obligasi

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada Jumat, 12 Maret 2021, Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap II Tahun 2021 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 2,75 triliun.

Hasil pemeringkatan untuk Obligasi ini adalah AAA(idn) (Triple A) dari PT Fitch Ratings Indonesia. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 14 Emisi dari 12 Emiten senilaiRp14,60 triliun.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 475 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp428,89 triliun dan USD47,5 juta serta diterbitkan oleh 130 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 140 seri dengan nilai nominal Rp4.086,89triliun dan USD400,00 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp7,25 triliun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓