Harum Energy Beli 24,5 Persen Saham Perusahaan Smelter, Ini Alasannya

Oleh Dian Tami Kosasih pada 23 Feb 2021, 11:25 WIB
Diperbarui 23 Feb 2021, 11:25 WIB
Nikel
Perbesar
Ilustrasi Nikel

Liputan6.com, Jakarta - PT Harum Energy Tbk (HRUM) melalui anak usahanya PT Tanito Harum Nickel telah saham perusahaan bergerak di pemurnian nikel atau smelter.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, (23/2/2021), anak usaha perseroan membeli 259.603 lembar saham baru atau 24,5 persen dari jumlah saham yang dikeluarkan oleh PT Infei Metal Industry (PT IMI) senilai USD 68.600.000 atau USD 68,60 juta atau sekitar Rp 968,40 miliar (asumsi kurs Rp 14.116 per dolar AS).

PT IMI adalah perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia dan bergerak di bidang smelter. Pembelian saham perusahaan smelter ini untuk mengembangkan kegiatan usaha hilir penambangan nikel milik perseroan ke tahap pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah.

“Tidak ada dampak material dari pembelian saham tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” tulis Direktur Utama PT Harum Energy Tbk, Ray Gunara, dalam keterbukaan informasi BEI.

Pada sesi pertama perdagangan saham Selasa, 23 Februari 2021, pukul 11.14 WIB, saham HRUM melemah 5,07 persen ke posisi Rp 7.025 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 11.046 kali dengan nilai transaksi Rp 153,2 miliar.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Harum Energy Akuisisi Tambang Nikel

Harga Nikel Naik 28 Persen, Ini Strategi Antam Agar Kompetitif
Perbesar
Nikel lagi-lagi mencatatkan trend kenaikan harga yang positif selama tahun 2017.

Sebelumnya, PT Harum Energy Tbk (HRUM) kembali memperkuat ekspansi ke tambang nikel, setelah akuisisi Nickel Mines Limited asal Australia senilai AUD 34,26 juta.

Dilansir dari laman keterbukaan informasi BEI, Harum Energy melalui anak usahanya PT Tanito Harum Nickel, akuisisi 51 persen saham PT Position milik Aquila Nickel Pte Ltd. Setara 24.287 saham perusahaan dengan nilai transaksi USD 80,325 juta atau Rp 1,12 triliun (kurs Rp 14.000 per USD).

Adapun PT Position ini merupakan perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia dan memiliki Izin Usaha Pertambangan untuk komoditas nikel.

"Tujuan dari transaksi yang dilakukan oleh perseroan adalah mengembangkan dan memperluas kegiatan usaha di bidang pertambangan,” tulis Direktur Utama PT Harum Energy Tbk, Ray A Gunara seperti dikutip, Senin, 1 Februari 2021.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin, 1 Februari 2021, saham HRUM melonjak 15,74 persen ke posisi Rp 5.625 per saham. Saham HRUM menguat ke posisi tertinggi 5.650. Sedangkan posisi terendah di 4.730. Pada pembukaan perdagangan, saham HRUM turun 10 poin ke posisi Rp 4.850 per saham. Nilai transaksi Rp 136,2 miliar.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓