Korean Air Raih Lampu Hijau Akuisisi Maskapai Asiana

Oleh Agustina Melani pada 13 Feb 2021, 07:13 WIB
Diperbarui 13 Feb 2021, 07:13 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi pesawat terbang. (dok. unsplash/@skyler_tv)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas antitrust di Turki menyetujui rencana Korean Air untuk mengambilalih Asiana Airline. Otoritas persaingan usaha di Turki, organisasi yang bertugas memastikan daya saing pasar memberi lampu hijau kepada maskapai Korea untuk mengambil alih Asiana Airline.

Korean Air Lines memperoleh persetujuan luar negeri pertama untuk rencana akuisisi saingannya Asiana Airlines Inc. Pada bulan lalu, maskapai penerbangan nasional Korea Selatan itu mengajukan peninjauan merger dan akuisisi ke otoritas antimonopoli sembilan negara termasuk the Fair Trade Commision (FTC) Turki. Demikian mengutip Koreaherald.com, ditulis Sabtu, (13/2/2021).

Hal itu sebagai langkah untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan melahirkan salah satu maskapai terbesar di dunia.

Mengutip Yonhap, juru bicara perseroan menyatakan pihaknya akuisisi Asiana juga untuk bersaing dengan operator global.

"Kami berharap tidak ada kesulitan besar dalam menerima persetujuan dari delapan negara yang tersisa untuk merger kedua maskapai, mengingat kesepakatan merger lebih besar berjalan mulus pada masa lalu," ujar dia.

Perseroan menyatakan kalau Korean Air dan Asiana sumbang 40 persen slot gabungan penumpang dan kargo di Bandara Internasional Incheon. Perseroan menyatakan, kalau hal itu bukan monopoli.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Korean Air Berencana Jual Saham Baru

Ilustrasi penumpang pesawat
Perbesar
Ilustrasi penumpang pesawat (Dok.Unsplash/ Suhyeon Choi)

FTC akan mengumumkan keputusannya paling cepat pada Juli setelah menyelesaikan analisis pasar yang sedang berlangsung tentang merger. Maskapai tersebut menambahkan sedang mempersiapkan untuk kirim dokumen ke negara lain termasuk Inggris, Australia, Malaysia, Singapura dan Filipina untuk melaporkan integrasi tersebut.

Korean Air berencana menjual saham baru senilai 3,3 triliun won atau USD 3 miliar  atau sekitar Rp 41,95 triliun (asumsi kurs Rp 13.983 per dolar AS) untuk membiayai akuisisi Asiana yang sarat utang dan habiskan 1,5 triliun won dari hasil akuisisi.

Maskapai penerbangan nasional itu baru-baru ini selesai melakukan uji tuntas di Asiana sejak Desember untuk melihat struktur biaya, kontrak dan rincian lainnya dari Asiana. Dijadwalkan untuk menghasilkan rencana integrasi pascamerger pada 17 Maret.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kinerja Keuangan Korean Air

Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi pesawat lepas landas. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Kedua maskapai telah menangguhkan sebagian besar penerbangan mereka di rute internasional sejak Maret karena negara-negara lain memperkuatas pembatasan untuk membendung penyebaran pandemi COVID-19.

Adapun kerugian bersih Korean Air menyempit menjadi 291,45 miliar won atau USD 260 juta pada 2020 dari posisi 622,76 miliar won pada tahun sebelumnya. Hal ini karena perseroan fokus untuk memenangkan lebih banyak kesepakatan pengiriman kargo sehingga mengimbangi penurunan permintaan perjalanan yang disebabkan pandemi COVID-19.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya