Harga Batu Bara dan Nikel Bakal Menguat, Intip Pilihan Saham Emiten Tambang

Oleh Agustina Melani pada 09 Feb 2021, 11:20 WIB
Diperbarui 09 Feb 2021, 11:20 WIB
Ekspor Batu Bara Indonesia Menurun
Perbesar
Aktivitas pekerja menggunakan alat berat saat menurunkan muatan batu bara di Pelabuhan KCN Marunda, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Berdasarkan data ICE Newcastle, ekspor batu bara Indonesia menurun drastis mencapai 5,33 juta ton dibandingkan pekan sebelumnya 7,989 ton. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - PT Mirae Asset Sekuritas merilis laporan terbaru terkait komoditas. Sejumlah emiten berkaitan dengan batu bara dan nikel menjadi pilihan pada pekan ini seiring perkembangan harga minyak dan nikel.

Dari laporan riset yang dipublikasikan pada 9 Februari 2021, PT Mirae Asset Sekuritas prediksi, produksi minyak harian Amerika Serikat pada 5 Februari cenderung mendatar dibandingkan pekan lalu. Pada 29 Januari 2021, produksi harian minyak Amerika Serikat (AS) mendatar di 10,9 mbpd.

Sementara itu, jumlah total rig minyak di AS diperkirakan meningkat pada pekan ini. Hingga 5 Februari 2021 mencapai 392 unit dari pekan sebelumnya 384  unit.  Kilang minyak AS terus turun menjadi 14,7 mbpd pada 29 Januari 2021. Diperkirakan input kilang minyak AS pada 5 Februari 2021 akan lebih rendah.

"Kami memperkirakan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) akan bervariasi dengan katalis beragam," dikutip dari laporan Mirae Asset Sekuritas.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo prediksi, harga batu bara global akan naik pada pekan ini. Sentimen dari China menjadi katalis positif. Berdasarkan berita terbaru, pemerintah daerah di banyak kota di China meluncurkan insentif agar operasi tetap berjalan selama hari libur festival musim semi. Hal ini untuk mengurangi perjalanan di tengah maraknya kasus COVID-19 baru-baru ini.

Kebijakan ini akan menyebabkan konsumsi listrik lebih tinggi di China, dan diikuti dengan permintaan batu bara yang lebih tinggi. Sentimen itu akan mendorong kenaikan harga batu bara global pada pekan ini.

Katalis lainnya dari ekspor batu bara Australia ke China akan tetap menurun karena masalah geopolitik antara Australia dan China.

"Menurut kami ekspor batu bara Indonesia ke China akan meningkat dalam waktu dekat. Secara keseluruhan, menurut kami, harga batu bara global akan diperdagangkan lebih tinggi pada pekan ini, mengingat sentimen positif dari China,” ujar dia.

Dengan melihat sentimen tersebut, PT Mirae Asset Sekuritas memilih saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan saham batu bara lainnya.

 

2 dari 3 halaman

Emiten Logam

Harga Nikel Naik 28 Persen, Ini Strategi Antam Agar Kompetitif
Perbesar
Nikel lagi-lagi mencatatkan trend kenaikan harga yang positif selama tahun 2017.

Tak hanya batu bara yang dinilai menarik, tetap juga emiten logam. Diperkirakan harga nikel global akan menguat pada pekan ini seiring sejumlah katalis positif. 

Perseroan nikel diperkirakan lebih rendah pada pekan ini. Persdiaan nikel LME hingga 5 Februari 2021 meningkat menjadi 249.444 ton dari pekan sebelumnya sebesar248.886 ton.Demikian juga stok tembaga akan turun pada pekan ini sehingga bakal menimbulkan kenaikan harga nikel.

Demikian insentif dari pemerintah daerah di China untuk tetap beroperasi saat hari libur Festival Musim Semi juga menjadi katalis positif yang dapat dongkrak harga nikel.

Sementara itu, harga emas juga akan ditransaksikan beragam seiring prediksi peningkatan daya beli masyarakat di AS meningkat.

Dengan melihat kondisi itu, saham pilihan seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan saham berkaitan dengan nikel akan menarik pada pekan ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓