Sektor Kesehatan Berpotensi Cuan, Ini Alasan Dahlan Iskan

Oleh Dian Tami Kosasih pada 03 Feb 2021, 22:48 WIB
Diperbarui 03 Feb 2021, 22:49 WIB
Tokoh 'Marketeer of The Year 2014' di Indonesia
Perbesar
Dahlan Iskan saat menghadiri penghargaan Marketeer of The Year 2014 yang digelar oleh Markplus Inc, Jakarta, Kamis (11/12/2014). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Ikut terkena dampak pandemi Covid-19, beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalami masa sulit dan harus berjuang mempertahankan produksi perusahaan.

"Sama dengan swasta, BUMN ada yang terdampak parah sekali, ada yang so so, bagus dan bagus sekali," kata Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Rabu malam (3/2/2021).

Terkait perusahaan yang akan meningkat dan mendapatkan dampak positif, Dahlan menyebut sektor kesehatan menjadi yang utama.

"Bios Farma berkibar-kibar, juga Kimia Farma dan lainnya. Bukan saja karena pandemi tapi juga masa depan manusia itu sekarang yang utama sehat atau tidak, serta yang kedua anaknya pintar atau tidak," ujarnya.

Dahlan Iskan juga menyebut, potensi sektor kesehatan sangat besar karena rata-rata masyarakat saat ini sangat takut pada kesehatan jasmani.

Terkait BUMN lainnya, sektor infrastruktur juga memiliki potensi positif karena ada sovereign wealth fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority (INA)

"Yang kedua kalau di BUMN, dengan adanya SWF itu tentu perusahaan infrastruktur. Saya berdoa sekali agar SWF ini sukses, karena dengan demikian bukan saja infrastruktur akan terus maju, tapi juga sub kontraktor perusahaan BUMN," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Sektor Penerbangan yang Cukup Sulit

Dahlan Iskan
Perbesar
Dahlan Iskan

Di masa seperti saat ini, Dahlan juga menyebut, sektor penerbangan menjadi salah satu yang mengalami kesulitan cukup besar. "Beberapa sektor juga agak sulit, misalnya penerbangan, tentu orang saat ini kangen naik pesawat terbang," tutur dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓