The Fed Pertahankan Suku Bunga, Bagaimana Dampak ke IHSG?

Oleh Agustina Melani pada 31 Jan 2021, 15:03 WIB
Diperbarui 31 Jan 2021, 15:03 WIB
IHSG Merosot hingga Diberhentikan Sementara
Perbesar
Pergerakan saham pada layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/7/2020). IHSG pada perdagangan di BEI turun pada Kamis (10/9/2020) pada pukul 10.36 WIB IHSG turun tajam sebesar 5 persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - The Federal Reserve (the Fed) atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) mempertahankan suku bunga mendekati nol dan mempertahankan program pembelian aset USD 120 miliar dalam sebulan. Lalu bagaimana dampaknya ke IHSG?

Dengan keputusan tersebut, suku bunga the Fed antara 0 persen-0,25 persen. Keputusan the Fed tersebut sesuai harapan pasar.

"Perekonomian masih jauh dari kebijakan moneter dan tujuan inflasi kami. Dan kemungkinan akan membutuhkan waktu untuk kemajuan substansial lebih lanjut untuk dicapai. Kebijakan akan tetap sangat akomodatif seiring berjalannya pemulihan,” ujar Ketua The Fed Jerome Powell, seperti dilansir dari CNBC, Minggu, (31/1/2021).

Kebijakan mempertahankan suku bunga tersebut untuk akomodasi kondisi ekonomi seiring sektor-sektor paling rentan terhadap pandemi COVID-19 terkena dampak paling parah.

"Laju pemulihan dalam aktivitas ekonomi dan lapangan kerja telah berkurang dalam beberapa bulan terakhir, dengan kelemahan terkonsentrasi di sektor-sektor yang paling berpengaruh oleh pandemic,” seperti dikutip dari pernyataan komite.

Lalu bagaimana dampak kebijakan the Fed tetap pertahankan suku bunga terhadap pasar saham Indonesia?

Analis PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menuturkan, the Fed mempertahankan suku bunga tidak berdampak langsung terhadap IHSG. Hal ini mengingat keputusan BI sudah sesuai harapan. Wawan mengatakan, suku bunga acuan the Fed tetap sehinggga potensi suku bunga acuan di Indonesia terbuka kembali turun.

“The Fed ada di 0,25 persen, kalau turun lagi jadi nol, saya rasa Amerika Serikat tidak ada rencana ke zero interest rate seperti Eropa, yang bisa berpengaruh jelek ke IHSG bila suku bunga the Fed naik. Tapi itu juga sangat kecil kemungkinannya mengingat pertumbuhan ekonomi masih lemah,” kata dia.

Hal senada dikatakan Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus. Ia menuturkan, tidak ada dampak the Fed pertahankan suku bunga ke IHSG. “Sejauh ini tidak ada, karena apa yang disampaikan oleh the Fed masih mengulang yang sama seperti pertemuan the Fed bulan lalu,” kata dia.

 

2 dari 3 halaman

IHSG Melemah 7 Persen Selama Sepekan

Dilanda Corona, IHSG Ditutup Melesat
Perbesar
Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 7,05 persen selama periode 25-29 Januari 2021. IHSG ditutup ke posisi 5.862,35 pada Jumat, 29 Januari 2021 dari periode pekan lalu 6.307,12. Kapitalisasi pasar saham susut 7,07 persen dari Rp 7.348,93 triliun menjadi Rp 6.829,29 triliun.

Selama sepekan kapitalisasi pasar saham merosot Rp 519 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan turun 15,33 persen menjadi Rp 17,42 triliun dibandingkan pekan lalu Rp 20,57 triliun.

Rata-rata frekuensi  harian bursa turut berubah 16,61 persen menjadi 1.348.714 kali transaksi dari 1.617.354 kali transaksi sepekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata volume transaksi harian berubah 21,66 persen menjadi 17,73 miliar saham dari 22,63 miliar saham pada pekan lalu.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 921,78 miliar pada Jumat, 29 Januari 2021. Meski demikian, investor asing masih catatkan aksi beli saham sebanyak Rp 10,94 triliun pada 2021.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait