Saham GameStop Bikin Investor Ritel Bersatu Tantang Hedge Fund

Oleh Agustina Melani pada 29 Jan 2021, 17:08 WIB
Diperbarui 31 Jan 2021, 09:50 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Investor yang tergabung di Reddit terus mendorong saham GameStop (GME)  melonjak. Lonjakan saham GameStop ini terjadi di tengah tidak ada perubahan nyata dalam perusahaan.

GameStop, perusahaan terdaftar di Bursa Efek New York sebagai GME, yang memiliki jaringan toko video game di Amerika Serikat.

“Model untuk membeli game di toko fisik tidak layak karena dunia telah berputar ke unduhan game yang lebih baru. Jadi seharusnya masuk akal secara intuisi. Jika mereka tidak menyesuaikan model bisnis, masa depan tampak suram,” ujar Head of Equity Trading Wedbush Securities, Sahak Manuelian, seperti dilansir dari ABC.

Saham GameStop meroket dari hanya USD 18 pada beberapa minggu lalu ke level tertinggi USD 380 pada perdagangan Rabu waktu setempat. Namun, saham GameStop turun 44,29 persen ke posisi USD 193,60 di pasar reguler pada perdagangan Kamis, 28 Januari 2021.

Lonjakan saham GameStop didorong investor ritel yang saling mendukung di grup online di Reddit dan layanan grup percakapan WallStreetBeats. Hal ini menyita perhatian pelaku pasar di wall street dalam beberapa hari terakhir. 

Investor ritel mempromosikan aktivitas di papan WallStreetBets Reddit yang memiliki lebih dari 3 juta anggota. Beberapa orang melihatnya sebagai investor ritel kecil yang menentang wall street. Selain itu, investor ritel juga tumbuh di tengah pandemi COVID-19. Demikian mengutip CNBC.

Saham GameStop yang melonjak ini membuat pengelola dana investasi atau hedge fund juga tertekan. Melvin Capital dan Citron Research yang menempatkan taruhan untuk saham GameStop merugi. Citroen Research mengakui kalau mereka membatalkan sebagian besar taruhannya terhadap harga saham GameStop, dan mengambil kerugian 100 persen.

Demikian juga Melvin Capital yang menarik sumber dana dari posisi saham GameStop. Hedge fund mengalami kerugian signifikan. Melvin Capital menerima sekitar USD 2,75 miliar dari dua kelompok lain, yang dinilai sebagai modal penyelamat. Tidak diketahui kerugian yang dialami Citron dan Melvin.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bagaimana Pengguna Reddit Sebabkan Rugi Besar Hedge Fund?

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Mengutip laman DW, ditulis Jumat, (29/1/2021), saham GameStop setelah jatuh selama enam tahun berturut-turut, banyak investor profesional yang bertaruh kalau penurunan akan terus berlanjut. Dalam taruhan seperti itu disebut “short selling”, investor meminjam dan menjualnya. Kemudian mereka diwajibkan untuk membeli saham yang dipinjam.

Jika transaksi saham pada umumnya investor membeli saham dengan harapan harga naik kemudian ada keuntungan, hal ini berbeda dengan short selling. Pelaku berharap efek atau saham yang ditransaksikan turun saat short selling.

Baik Melvin dan Citron pun memasang taruhan itu. GameStop pun menjadi salah satu saham untuk short sell itu di wall street. Kemudan pengguna Reddit dan tergabung di Wallstreetbeats menyadari hal tersebut, dan mereka melihat cara untuk mendapatkan keuntungan.

Dengan bergabung membeli saham GameStop, mereka dapat merusak posisi short saham yang dipegang oleh hedge fund.

Hal ini pada gilirannya memaksa hedge fund untuk memangkas kerugian mereka setelah tergesa-gesa, melikuidasi kontrak dengan membeli kembali saham yang dimiliki di perusahaan dan menjualnya untuk terakhir kali.

Akan tetapi, investor ritel beramai-ramai gabung sehingga mendorong harga saham yang sudah dinilai terlalu tinggi melonjak lebih tinggi lagi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Apakah Bakal Bertahan?

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi pialang Michael Gallucci saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Banyak dari para profesional wall street tidak berpikir saham GameStop dapat mempertahankan keuntungannya untuk membuat lebih ringan.

“Fundamental perusahaan sama sekali tidak terpengaruh oleh kecurangan pasar saham ini,” kata analis.

Gedung Putih dan Departemen Keuangan Amerika Serikat sedang memantau situasi yang melibatkan GameStop dan perusahaan lain yang telah melihat keuntungan tajam di pasar saham.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓