Alasan Lonjakan Saham GameStop Mengejutkan Wall Street

Oleh Agustina Melani pada 29 Jan 2021, 11:56 WIB
Diperbarui 13 Feb 2021, 10:58 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi pialang Michael Gallucci saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Saham GameStop akhir-akhir ini banyak menuai perhatian di pasar saham Amerika Serikat (AS) atau wall street. Banyak orang menilai apa yang terjadi dengan saham GameStop tidak masuk akal.

Saham ritel video game itu membuat langkah yang mengejutkan dengan bergerak liar. Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran dari investor profesional di wall street hingga regulator di Gedung Putih, Washington, AS.

Apalagi hal terbaru setelah platform perdagangan membatasi pelanggan mereka untuk melakukan perdagangan tertentu dengan GameStop mendorong saham menguat setelah perdagangan saham.

Saham GameStop meroket 61 persen diperdagangkan di kisaran USD 312 setelah perdagangan jam kerja. Sementara itu di pasar reguler, saham GameStop turun 44 persen menjadi USD 193,60.

Ini memaksa pertanyaan sulit tentang apakah pasar saham berada dalam gelembung berbahaya dan investor baru harus diizinkan memanfaatkan sepenuhnya semua alat dan perdagangan bebas yang tersedia di ponsel mereka, terlepas dari sembrononya.

Mengutip laman Channel News Asia dan ABC, berikut sejumlah hal terkait saham GameStop yang sita perhatian akhir-akhir ini, ditulis Jumat, (29/1/2021):

 

Mengenal GameStop

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

GameStop, perusahaan terdaftar di Bursa Efek New York dengan kode GME, yang memiliki jaringan toko video game di Amerika Serikat. GameStop ini dapat ditemukan di pusat perbelanjaan pinggiran kota di seluruh negeri AS.

GameStop merupakan perusahaan induk dari jaringan Australia EB Games. Dalam enam bulan terakhir, saham GameStop terus meningkat. Hal ini menjadi aneh seiring pandemi COVID-19 dan resesi.

"Model untuk membeli game di toko fisik tidak layak karena dunia telah berputar ke unduhan game yang lebiih baru. Jadi seharusnya masuk akal secara intuisi. Jika mereka tidak menyesuaikan model bisnis, masa depan tampak suram,” ujar Head of Equity Trading Wedbush Securities, Sahak Manuelian, seperti dilansir dari ABC.

Saham GME diperdagangkan USD 4 pada pertengahan Juli, kemudian naik menjadi USD 12 pada Oktober, dan USD 18 pada akhir Desember.

Tanpa perubahan bisnis berarti, saham GameStop masih melonjak. Bahkan saham GameStop melonjak 1.915 persen dari USD 17,25 menjadi USD 347,51.

Dengan lonjakan saham tersebut menunjukkan kalau permintaan saham GameStop telah didorong oleh sekelompok investor individu yang antusias terutama berkumpul di subreddit dan WallStreetBets.

Saham GameStop Bergerak Liar

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Pergerakan saham GameStop bergerak liar. Saham GameStop sempat berada di kisaran USD 18  berlipat ganda dalam empat hari. Saham GameStop sempat sentuh USD 347,51.

Pada Kamis, 28 Januari 2021 waktu setempat, saham GameStop turun 44 persen menjadi USD 193,60 di pasar reguler. Akan tetapi, saham GameStop naik 928 persen selama awal 2021.

Kondisi Perusahaan

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi spesialis David Haubner (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Perusahaan masih berjuang. GameStop yang berbasis di Grapevine, Texas menjual video game di lebih dari 5.000 toko, dan pandemi COVID-19 telah menjauhkan pelanggan. Yang mengkhawatirkan adalah pergeseran jangka panjang pelanggan dari toko fisik menuju membeli game online.

Antusiasme telah tumbuh untuk prospek GameStop. Hal ini setelah pendiri Chewy, penjual perlengkapan hewan peliharaan bergabung dengan dewan direksi. Investor melihat Ryan Cohen membantu transformasi digital GameStop. Akan tetapi, analis melihat GameStop masih kehilangan uang pada tahun fiskal.

Ramai di Reddit

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Saham GameStop juga menjadi ramai seiring investor yang membicarakannya termasuk Reddit. Reddit ini termasuk situs media sosial yang dapat hubungkan dengan grup-grup online yang memiliki minat sama.

Disebutkan investor ritel terutama yang ada di grup yang disebut WallStreetBeats, diskusi mereka penuh dengan ide untuk perdagangan besar berikutnya, dan apresiasi taruhan menang dan kalah, selama mereka berani. Mereka baru-baru ini mendorong satu sama lain untuk terus membeli GameStop dan mendorongnya lebih tinggi.

Apakah Ada Satu Pihak Dongkrak Saham GameStop?

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Steven Kaplan (tengah) saat bekerja dengan sesama pialang di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Tidak. Alasan besarnya karena saham GameStop dibenci oleh hedgefund dan investor profesional lainnya di Wall Street. Banyak yang bertaruh pada saham GameStop untuk jatuh dengan memperpendeknya.

Berkaitan dengan Short Selling

Ini bagaimana investor dapat menghasilkan uang dari saham yang jatuh. Dalam penjualan singkat, mereka meminjam untuk  sebagian saham dari GameStop dan kemudian menjualnya. Jika harga saham sesuai dengan yang diharapkan, mereka dapat membeli saham tersebut dengan harga lebih rendah dan menyimpan selisihnya. GameStop adalah salah satu saham yang banyak ditransaksikan untuk short di Wall Street.

Ini yang terjadi dengan saham GameStop. Ketika sebuah saham mengalami short berat, kenaikan harga saham dapat memaksa penjual untuk keluar dari taruhan mereka. Untuk melakukan itu, mereka harus membeli saham yang mendorong saham lebih tinggi lagi dan menjadi umpan balik. Karena penjual saham GameStop telah terjepit, investor kecil dan pertama kali baru mendorong untuk menjaga momentum tetap jalan.

Selain itu, investor pun kini mencari GameStop berikutnya. Ada sejumlah saham yang alami perubahan harga ekstrem setelah melemah antara lain saham American Airlines, BlackBerry.

Bagaimana Pengawasan Regulator?

The Securities and Exchange Commision (SEC) mengatakan telah memperhatikan semua volatilitas di pasar dan sedang mengamati lebih dekat. Tugas SEC melindungi investor di Wall Street. Investor yang memegang saham GameStop dengan harga tinggi ini kemungkinan besar akan terluka ketika harganya jatuh.

"Apa yang membedakan kasus ini adalah semua komunikasi yang terjadi di antara investor di Reddit, saat mereka saling mendorong GameStop lebih tinggi,” ujar Mantan Kepala Ekonom SEC Chester Spatt.

Spatt menuturkan, tidak ada cara untuk mencegah orang mendorong harga saham lebih tinggi dan berpotensi turun. Sebaliknya, hal pertama-tama mendidik investor pemula ini dengan benar tentang risiko gelembung dan perdagangan saham yang terlalu bersemangat.

"Banyak orang sekarang merasa diberdayakan, dan mereka tidak harus melalui pemain lama. Dan dalam keadilan, mereka tidak melakukan yang terbaik lewat pemain lama,” kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓