Masuk Indeks LQ45, Harga Minyak Bayangi Prospek Saham MEDC dan TPIA

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 28 Jan 2021, 07:25 WIB
Diperbarui 28 Jan 2021, 07:26 WIB
IHSG Menguat
Perbesar
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) kembali masuk dalam jajaran Indeks LQ45 untuk periode Februari-Juli 2021.

Analis Reliance Sekuritas Anissa Septiwijaya menilai, MEDC dan TPIA masuk dalam indeks LQ45 juga menjadi katalis positif bagi pergerakan kedua saham tersebut. 

Anissa menuturkan, prospek kedua saham tersebut sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia. Harga minyak saat ini masih dibayangi oleh kebijakan pemerintah Eropa dan AS seiring meningkatnya angka COVID-19.

"Saat ini memang harga minyak sendiri masih dibayangi oleh kekhawatiran demand, akibat kembali meningkatnya kasus virus covid-19 di Eropa maupun AS yang dapat mendorong pemerintah kembali diberlakukannya lockdown. Sehingga kembali memicu adanya perlambatan ekonomi di kuartal 1-2021,” ujar Anissa saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Kamis, (28/1/2021).

Di sisi lain, dengan perkembangan vaksinasi diharapkan bisa mendorong kembali perekonomian dunia. Sehingga ketika ekonomi global mulai pulih, bisnis kedua emiten tersebut bisa lebih stabil. 

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menilai, masuknya dua emiten tersebut dalam indeks LQ45 tak mengubah prospek. Melainkan hanya karena perdagangannya lebih likuid dan memenuhi kriteria untuk masuk indeks LQ45.

"Untuk rekomendasi saya wait and see. Karena market juga lagi bearish. Support ASRI 187 dan MEDC 570,” ujar  William saat dihubungi Liputan6.com, Rabu, 27 Januari 2021.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 27 Januari 2021, saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik 8,4 persen ke posisi Rp 645 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 10.947 kali dengan nilai transaksi Rp 99 miliar.

Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) stagnan di posisi Rp 10.350 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 927 kali dengan nilai transaksi Rp 61 miliar.

 

2 dari 3 halaman

Apa Saja yang Harus Dicermati?

IHSG Merosot hingga Diberhentikan Sementara
Perbesar
Pergerakan saham pada layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/7/2020). IHSG pada perdagangan di BEI turun tajam karena pengumuman Gubernur DKI Anies Baswedan terkait dengan rencana penerapan PSBB secara ketat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebagai investor, Anissa membeberkan sejumlah hal yang bisa dicermati dalam memilih saham untuk investasi. Di antaranya, bisnis perusahaan, kemudian kinerja keuangan dan sentimen yang bisa menjadi katalis positif saham tersebut.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus menuturkan, saham MEDC dan TPIA menambah pilihan saham bagi investor. Akan tetapi, ia mengingatkan untuk melihat saham itu dari fundamental dan valuasi yang baik.

"Jadi masuknya saham tersebut ke dalam LQ45 tentu memberikan tambahan daya tarik, namun bukan berarti kita melupakan faktor fundamental,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Selasa, 26 Januari 2021.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓