IHSG Berpeluang Koreksi, Simak Saham Pilihan pada 27 Januari 2021

Oleh Agustina Melani pada 27 Jan 2021, 06:29 WIB
Diperbarui 27 Jan 2021, 06:29 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih lanjutkan tekanan pada perdagangan saham Rabu, (27/1/2021).

Analis PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana menuturkan, IHSG masih berpeluang turun pada Rabu pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 6.100-6.200.

IHSG melemah 1,89 persen atau 118,40 poin ke posisi 6.140,17 pada Selasa, 26 Januari 2021. Indeks saham LQ45 tergelincir 2,13 persen ke posisi 966,88. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Wawan menuturkan, tekanan IHSG didorong dua katalis negatif sehingga mendorong investor merealisasikan keuntungan. Katalis tersebut sentimen kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang masih mempertahankan perang dagang dengan China.

Di sisi lain, kasus COVID-19 di Indonesia tembus 1 juta pada 26 Januari 2021. “Dua hal ini menjadi katalis untuk profit taking bagi investor yang sudah masuk semenjak tahun lalu,” kata Wawan saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, IHSG sempat melemah ke 6.400 merupakan hal wajar secara valuasi. Kemudian, IHSG kembali ke posisi 6.100 sehingga membuat valuasi kembali masuk ke level murah. "Ini menjadi investor asing untuk buy on weakness,” tutur dia.

Wawan menilai, tekanan IHSG masih wajar seiring IHSG sudah naik tujuh persen dalam dua minggu. “Memang valuasi jadi mahal, sepanjang bisa ditutup di atas 6.000 sebetulnya sudah baik,” kata dia.

Hal senada dikatakan Analis PT Binaartha Sekuritas Lanjar Nafi. Ia menuturkan, kasus COVID-19 di Indonesia sudah menembus menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Ditambah perpanjangan masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021.

 “Di sisi lain, kebijakan politik luar negeri Biden yang lebih tegas terhadap China membuat pasar khawatir bahwa hal tersebut bisa berpengaruh terhadap hubungan perdagangan di antara kedua negara itu,” kata dia.

Sentimen lainnya terkait pasar menanti hasil rapat the Federal Reserve. Diperkirakan the Federal Reserve tetap mempertahankan kebijakan moneter."IHSG akan bergerak di kisaran 6.064-6.195," ujar dia.

 

2 dari 3 halaman

Saham Pilihan

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, Presiden Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menuturkan, IHSG masih konsolidasi di kisaran 6.013-6.269.  “Peluang teknikal masih terbuka mengingat fundamental ekonomi masih dalam kondisi stabil.

Untuk pilihan saham William memilih saham PT Unilver Indonesia Tbk (UNVR), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Ace Hardware Tbk (ACES).dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓