4 Saham BUMN Karya Kompak Melemah

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 19 Jan 2021, 18:20 WIB
Diperbarui 20 Jan 2021, 10:18 WIB
Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan saham Selasa, (19/1/2021). Namun, investor asing masih catatkan aksi beli di tengah pelemahan IHSG.

Mengutip data RTI, IHSG melemah 1,06 persen ke posisi 6.321,85. Indeks saham LQ45 merosot 0,92 persen ke posisi 989,05. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 362 saham melemah sehingga menekan IHSG. 145 saham menguat dan 127 saham di tempat. Total volume perdagangan 23 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,5 triliun. Investor asing beli saham Rp 251,54 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 14.102.

Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah sektor saham konstruksi tertekan terutama dari saham BUMN Karya. Mengutip data RTI, sektor saham konstruksi yang memerah antara lain:

1.PT PP (Persero) Tbk (PTPP)

Saham PTPP merosot 6,81 persen ke posisi Rp 1.985 per saham. Total frekuensi perdagangan 31.028 kali dengan nilai transaksi Rp 505 miliar.

2.PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Saham WSKT merosot 6,77 persen ke posisi Rp 1.790 per saham. Total frekuensi perdagangan 70.087 kali dengan nilai transaksi Rp 1,2 triliun.

3.PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

Saham ADHI tergelincir 6,72 persen ke posisi Rp 1.735 per saham. Total frekuensi perdagangan 21.035 kali dengan nilai transaksi Rp 248 miliar.

4.PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

Saham WIKA merosot 6,67 persen ke posisi Rp 2.100 per saham. Total frekuensi perdagangan 22.690 kali dengan nilai transaksi Rp 280 miliar.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, secara teknikal, sektor saham konstruksi sudah overbought.

"Secara sentimen menanti rilis kinerja fundamental emiten dan secara psikologis sudah terjadi aksi ambil untung,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

 

 

2 dari 3 halaman

IHSG Merosot 1,06 Persen pada 19 Januari 2021

Tiupan Terompet Warnai Penutupan IHSG 2018
Perbesar
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Selasa, (19/1/2021). Meski demikian, investor asing masih mencatat aksi beli saham.

Mengutip data RTI, IHSG melemah 67,97 poin atau 1,06 persen ke posisi 6.321,85. Indeks saham LQ45 turun 0,92 persen ke posisi 989,05. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 362 saham melemah sehingga menekan IHSG. 145 saham menguat dan 127 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di posisi tertinggi 6.434,84 dan terendah 6.288,97.

Total frekuensi perdagangan 1.493.210 kali dengan volume perdagangan 23 miliar saham. Nilai transaksi Rp 17,5 triliun. Investor asing beli saham Rp 251,54 di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.106.

10 sektor saham kompak melemah. Sektor tambang merosot 3,36 persen, dan mencatat penurunan terbesar. Diikuti sektor saham konstruksi melemah 2,6 persen dan sektor saham industri dasar tergelincir 2,04 persen.

Saham-saham yang menguat signifikan atau top gainers antara lain saham CANI melonjak 34,51 persen ke posisi Rp 152 per saham, saham TRJA naik 34,13 persen ke posisi Rp 224 per saham, dan saham DGNS menanjak 25 persen ke posisi Rp 420 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah signifikan atau top losers antara lain saham PPRO turun 7 persen ke posisi Rp 93 per saham, saham ISSP susut 6,99 persen ke posisi Rp 266 per saham, saham RAJA merosot 6,98 persen ke posisi Rp 240 per saham, saham SOCI tergelincir 6,98 persen ke posisi Rp 240 per saham.

Di tengah IHSG melemah, investor asing melakukan aksi beli saham INKP sebanyak Rp 55,4 miliar, saham ASII sebanyak Rp 51,1 miliar, saham BBRI sebanyak Rp 47,6 miliar, saham ERAA sebanyak Rp 29,6 miliar, dan saham SCAM sebanyak Rp 25,8 miliar.

Lalu investor asing lepas saham BBCA sebanyak Rp 19,3 miliar, saham MAPI sebanyak Rp 18,1 miliar, saham CPIN sebanyak Rp 16,3 miliar, saham SMGR sebanyak Rp 6,6 miliar, dan saham BTPS sebanyak Rp 6,1 miliar.

Bursa saham Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 2,7 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi 2,86 persen, indeks saham Jepang Nikkei sebanyak 1,39 persen, indeks saham Thailand sebanyak 1,01 persen, indeks saham Singapura sebanyak 0,22 persen dan indeks saham Taiwan sebanyak 1,7 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas Nafan Aji menuturkan, IHSG melemah seiring ada kenaikan kasus COVID-19, dan bursa saham Amerika Serikat libur peringati Martin Luther King Day. “Minimnya rilis data makro ekonomi positif dari domestik maupun internasional untuk saat ini. Market memasuki fase konsolidasi terlebih dahulu,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓